Wakil Kepala SMA Negeri 1 Singaparna, Asep Yadi Supriyadi, S.Pd, MM mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai bahwa pendidikan demokrasi di sekolah sangat penting untuk membangun karakter bangsa.
“Kami berterima kasih kepada DPRD Jabar yang hadir langsung ke sekolah. Siswa perlu belajar sejak dini bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih, tapi juga soal moral dan tanggung jawab,” ujar Asep.
Sementara itu, salah seorang pengurus OSIS mengaku mendapat banyak wawasan baru tentang pentingnya menolak politik uang.
“Selama ini kami hanya dengar istilah politik uang dari berita. Setelah dijelaskan langsung oleh Pak Arip, kami jadi paham betapa bahayanya bagi masa depan negara. Kami bertekad untuk jadi pemilih cerdas nanti,” ungkapnya.
Arip Rachman menutup kegiatan dengan pesan agar pelajar terus menanamkan nilai kejujuran dan keberanian dalam menghadapi godaan politik praktis. Menurutnya, perubahan besar bangsa akan dimulai dari sekolah, dari para pelajar yang menolak untuk dibeli.
“Demokrasi yang kuat dimulai dari generasi muda yang berani berkata tidak pada politik uang,” tutup Arip.
Dengan kegiatan edukatif seperti ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap kesadaran politik di kalangan pelajar terus meningkat, dan praktik politik uang dapat ditekan demi terwujudnya demokrasi yang bersih dan bermartabat.***