“Tentunya itu juga menjadi bagian yang kita dalami. Apakah dia ikut paham tertentu? Apakah terpapar oleh suatu konten ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik dan sebagainya,” ucap Listyo.
Meski sejauh ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai terduga pelaku ledakan di Masjid SMAN 72, Kapolri menegaskan penyelidikan tidak berhenti di situ. Polisi masih membuka peluang adanya keterlibatan pihak lain yang mungkin turut memengaruhi atau memprovokasi tindakan tersebut.
“Saat ini masih satu yang kita dapati. Namun kita tidak berhenti sampai di situ. Kita terus melakukan penyisiran, apakah ada pihak-pihak lain,” lanjut Listyo.
Baca Juga: Sambut 2026, Akademisi Tasikmalaya Sebut KUHP Nasional Tegas pada Perbuatan, Humanis pada Pemulihan
Tim Densus 88 dan forensik kini tengah mengumpulkan bukti serta memeriksa sejumlah barang di lokasi ledakan Masjid SMAN 72 Jakarta.
Proses ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik terkait motif dan paparan ideologi di balik tindakan yang mengguncang lingkungan pendidikan tersebut.
Dengan penyelidikan yang terus berlangsung, pihak kepolisian memastikan komitmen penuh untuk menjaga keamanan sekolah-sekolah di Jakarta agar insiden serupa tidak terulang.***