JAKARTA, Mediapriangan.com - Kawasan Tebet kembali menjadi sorotan pengguna media sosial setelah sebuah lapak pedagang kaki lima muncul dengan identitas visual yang tidak biasa.
Bukan karena menu mewah, melainkan karena keberanian pemiliknya mengadopsi elemen yang sangat identik dengan program nasional pemerintah untuk menjajakan menu sarapan dagangannya.
Lapak tersebut menggunakan akronim MBG dan logo yang sekilas menyerupai BGN, dua istilah yang saat ini sangat lekat dengan program gizi pemerintah pusat.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, penggunaan identitas tersebut ternyata merupakan sebuah pelesetan kreatif demi menarik perhatian pelanggan.
Strategi Pemasaran di Tengah Sorotan
Fenomena ini mencuat setelah akun Instagram @kualimerahputih mengunggah potret lapak tersebut pada Kamis, 9 April 2026.
Dalam unggahannya, terlihat sang penjual menyematkan singkatan unik yang berbeda dari kepanjangan aslinya.
"Sarapan MBG, mantap banget gila, 12.000 saja," begitu tulisan yang ada pada lapaknya.
Selain akronim MBG, sang penjual juga memplesetkan singkatan badan negara menjadi identitas warungnya sendiri.
Baca Juga: Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Nama yang dipilih adalah "Badan Ganjel Nyarap" sebagai kepanjangan dari BGN. Strategi ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat digital yang merasa visualisasinya terlalu mirip dengan instansi resmi.
Dalam postingan yang telah disukai lebih dari seribu pengguna tersebut, disebutkan adanya kekhawatiran mengenai potensi kekeliruan publik.