“Kirab ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga upaya merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan budaya Sunda,” imbuhnya.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Lebih lanjut, rangkaian Kirab Mahkota Binokasih akan berlanjut ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Pada Selasa (5/5/2026), rombongan dijadwalkan bergerak menuju Kabupaten Garut, dengan titik akhir di Pendopo Garut setelah singgah di Korem setempat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Cianjur pada Rabu (6/5/2026). Sementara pada Kamis (7/5/2026), kegiatan kirab akan dihentikan sementara untuk jeda.
Rangkaian kirab kembali digelar pada Jumat malam hingga Sabtu di Kota Bogor, dengan rute dari menuju kawasan yang dikenal memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Prabu Siliwangi dan Kerajaan Sunda.
Kirab Mahkota Binokasih sendiri merupakan simbol penting dalam sejarah. Mahkota ini diyakini sebagai lambang legitimasi kekuasaan raja Sunda, sekaligus representasi kejayaan peradaban masa lalu yang terus dihidupkan melalui kegiatan budaya lintas daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda untuk lebih mengenal akar sejarah dan memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.***