Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, eks stan PKL tersebut sempat dipasang bahkan sudah ada peruntukannya.
Bahkan sejumlah PKL sudah siap mengisi stan tersebut untuk dipergunakan. Namun setelah hanya satu hari dipasang, stan-stan tersebut kemudian hilang dari jalur berkonsep minimalis modern itu.
Adang Setiawan Ketua PKL pedestrian Cihideung menyebut, hilangnya stan-stan yang disediakan pemerintah untuk PKL hanya dalam satu hari sempat membingungkan PKL di wilayahnya.
"Ya waktu itu kami bingung, dan merasa nasib para pedagang seakan dibiaskan oleh pemerintah," katanya.
Baca Juga: Bakal Jadi Wisata Sejarah, Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya Menuju Status Cagar Budaya Nasional
Bahkan kata dia, pihaknya sempat berkomunikasi dengan Asisten Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tasikmalaya, sebagai ketua tim koordinator proyek pedestrian yang saat itu dijabat Tedy Setiadi.
"Katanya akan dirapatkan dan masih menunggu kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kaitan dengan estetikanya sehingga penempatan PKL lebih tertata dan tak akan menimbulkan kesan kumuh serta disediakan stan khusus yang lebih menarik sesuai kawasan pedestrian.
Tapi setelah lama ditunggu sampai sekarang sudah hampir empat tahun keputusan itu tidak ada alias zoong," katanya.***