"Tidak semua orang bisa duduk sampai dua setengah jam, sampai tuntas, menguras emosi, menguras air mata. Saya ucapkan terima kasih, bahwa hari ini cerita tentang Pajajaran berhasil diproduksi dan diorkestrasi seluruh kegiatannya oleh Sujiwo Tejo," ujar KDM.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa iklim positif seni panggung ini ke ranah pendidikan formal melalui program khusus di sekolah. Kebijakan ini diambil demi mematangkan karakter, mentalitas, serta mengasah bakat seni generasi muda Jawa Barat.
"Saya akan menghidupkan kembali teater di setiap sekolah-sekolah, agar anak-anak berlatih peran. Dan nanti saya kasih program teater masuk sekolah. Ini penting. Dan nanti saya membuat surat edaran, setiap kenaikan kelas, harus diisi dengan pagelaran teater," tegasnya.
Terkait urusan manajerial operasional keuangan, sang kepala daerah secara terbuka mengonfirmasi bahwa kesuksesan festival kebudayaan selama satu bulan penuh ini murni digerakkan oleh kolaborasi sektor swasta dan dunia usaha.
"Saya tidak menghabiskan APBD. Seluruh rangkaian kegiatan yang dibuat dalam satu bulan ini, saya tidak mengambil satu rupiah pun dari anggaran daerah. Malam ini bank bjb juga untung besar sebab banyak mitra yang nonton kemudian ikut program Top Up masuk di bjb sekitar Rp70 miliar. Jadi ini untung," tambahnya.
Sebagai catatan sejarah perjalanan acara, sebelum puncak kemeriahan Peuting Munggaran yang digelar di Gedung Sate ini dipentaskan, masyarakat di berbagai daerah telah lebih dulu disuguhkan kemegahan parade pusaka.
Baca Juga: Napak Tilas Padjadjaran Menggema, Mahkota Binokasih Keliling Jawa Barat dalam Balutan Budaya
Pemprov Jabar sebelumnya sukses mengarak kirab budaya Mahkota Binokasih melintasi sembilan wilayah strategis.
Perjalanan sakral tersebut bermula dari Kabupaten Sumedang pada awal Mei, kemudian bergerak menuju Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Karawang, Cirebon, hingga akhirnya memasuki garis akhir di Kota Bandung.
Prosesi panjang ini menjadi wadah unjuk gigi bagi potensi seni tradisional dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat serta keterlibatan delegasi dari provinsi sahabat.
Melalui gaung kesuksesan tahun ini, pihak pemerintah daerah menjanjikan pementasan yang jauh lebih megah pada perayaan Milangkala Tatar Sunda periode mendatang dengan mengangkat fragmen sejarah legendaris, Bubat.***