BANDUNG, Mediapriangan.com - Publik diminta memperketat kewaspadaan terhadap segala bentuk penawaran fisik atau manual terkait program makan bergizi gratis. Penegasan tersebut menyusul adanya sistem resmi pendaftaran SPPG online yang langsung dikelola oleh instansi pusat guna mencegah praktik lancung di masyarakat.
Imbauan ini mengemuka setelah maraknya kasus penipuan dapur MBG yang menargetkan sejumlah wilayah di Jawa Barat. Tidak tanggung-tanggung, aksi kriminalitas berkedok program pemerintah ini telah memicu kerugian kolektif dengan nominal yang sangat fantastis.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan oknum yang menjanjikan dapat membukakan dapur SPPG. Pejabat institusi pangan tersebut lantas memastikan bahwa seluruh proses pemenuhan legalitas kemitraan dilakukan sepenuhnya lewat jaringan digital.
Baca Juga: Batik Karya Siswa MTsN 3 Kota Tasikmalaya Pukau Plh Wali Kota, Cara Keren Lestarikan Budaya Sunda
"Saya fokus melaksanakan tugas pokok karena saya paham betul ini adalah ranah pidana dan merupakan domain para aparat penegak hukum," imbuh Sony saat memberikan keterangan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Nama baik Sony sendiri ikut tercoreng dalam pusaran kasus ini setelah salah satu pelaku mengaku sebagai kerabat dekatnya demi memuluskan aksi pemerasan. Meski dirugikan, ia memilih memprioritaskan penyelesaian program kerja negara daripada berfokus pada langkah hukum pribadi.
"Sebetulnya saya dari awal bisa saja melaporkan perbuatan tidak menyenangkan karena nama saya dicatut," beber Sony. "Cuma, kalau setiap ada kasus saya harus melapor, kapan saya kerjanya?," tambahnya.
Melalui sisa ruang pergerakannya, Sony kembali mengingatkan publik agar tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu para makelar proyek. "Masih banyak oknum-oknum yang bergentayangan. Oleh karena itu, jangan mau menjadi korban penipuan," tandasnya.
Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, jejaring mafia ini bergerak dengan skema yang sangat rapi di tingkat lokal. Aparat penegak hukum mengonfirmasi telah mendeteksi setidaknya belasan orang yang masuk dalam daftar korban dari kluster wilayah Banjar dan Kota Bandung.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Ade Sapari, mengungkapkan bahwa total korban penipuan dapur MBG sejauh ini tercatat mencapai 13 orang. Melalui rilis resmi di markas kepolisian, Ade memaparkan aliran dana ilegal yang dihimpun para komplotan tersebut dari para pemohon kemitraan.
Baca Juga: Sensasi Adem Atap Alduro Berbahan Limbah Saset, Terobosan Baru Program Bedah Rumah Pemkot Yogyakarta
"Kerugian (korban) Rp 1.963.000.000. AN menerima Rp400 juta, YRN Rp334 juta, OY Rp329 juta dan OSP otak utama Rp1 miliar," ungkapnya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam menjalankan operasinya di Jabar, komplotan ini mematok tarif puluhan hingga ratusan juta rupiah kepada setiap target dengan iming-iming kelolosan kuota hak kelola dapur umum. Untuk mengelabui korban, para pelaku menyebarkan dokumen identitas serta titik koordinat fiktif yang seolah-olah diterbitkan resmi oleh Badan Gizi Nasional.