Target operasi diketahui merupakan seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran bandar sabu.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.
Situasi berubah ketika salah satu target berhasil diamankan.
Menurut Dodik, sejumlah orang yang berada di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap aparat.
"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang," terang Dodik.
"Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," sambungnya.
Baca Juga: Aldis Burger Cempaka Putih Viral, Burger Milik Aldi Taher Ini Rela Bikin Pelanggan Antre Panjang
Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Narkotika
Serangan yang terjadi saat operasi narkotika tersebut mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia di lokasi akibat luka senjata tajam.
Sementara itu, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang usai insiden tersebut.
Belakangan, keduanya dipastikan meninggal dunia sehingga jumlah 3 polisi tewas dalam operasi penindakan terhadap dugaan bandar sabu di Katingan menjadi tiga orang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan proses hukum maupun penanganan lanjutan terkait peristiwa yang menewaskan 3 polisi tewas dalam operasi tersebut.***