Kekhawatiran terhadap anak-anak juga muncul dalam percakapan yang dibagikan akun tersebut. Winda disebut masih memikirkan keberlangsungan sekolah dan kehidupan anak-anaknya jika dirinya benar-benar meninggalkan rumah.
“Sekolahnya gimana? Kehidupannya gimana? Aku enggak punya apa-apa sekali sekarang. Dia sering dimarahin, dikatain, tapi gimana, aku enggak kuat,” tulis pesan yang diduga dikirim oleh Winda pada hari yang sama.
Ketika mendapat saran untuk sementara berhenti sekolah, pesan lain menunjukkan Winda tetap mempertimbangkan kebutuhan anak-anaknya.
“Kasidah dia enggak sekolah dan enggak makan. Sekolahnya yang penting, kalau aku di luar jadi gelandangan pun bisa aku tahan,” sambungnya.
Baca Juga: Tasik Wedding Festival Targetkan Transaksi Rp10 Miliar, Industri Wedding Tasikmalaya Terus Bertumbuh
Rencana Menjual Rumah dan Membuka Usaha
Keluarga juga menyoroti adanya rencana yang disebut sedang disiapkan Winda sebelum kematiannya. Berdasarkan unggahan akun @sahabatloreana, Winda disebut tengah menantikan rumahnya terjual.
“Pada tanggal 26 Juni 2026, korban mengajak temannya membuka usaha di Kota A jika hasil penjualan rumah sudah ada,” tulis akun @sahabatloreana pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dipertanyakan keluarga. Mereka menilai adanya rencana untuk meninggalkan rumah, menjual aset, hingga membuka usaha perlu menjadi bagian dari penelusuran kasus kematian Winda Lorenza.
“Apakah masuk akal jika nanti korban berhasil keluar dari rumah tersebut, sudah punya planning ingin pergi ke mana dan membuka usaha, tapi memilih untuk bunuh diri?” Imbuhnya.
Versi Polisi soal Kematian Winda Lorenza
Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia pada Senin, 3 Agustus 2026. Lokasi kejadian berada di kamar mandi rumah mantan suaminya di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Kota Medan.
Polisi menyebut Winda meninggal setelah terkena tembakan dari senjata api milik mantan suaminya, Bripka IH, anggota Polsek Medan Sunggal.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, senjata api tersebut sebelumnya disimpan di dalam tas. Winda disebut mengambil senjata itu ketika Bripka IH sedang beristirahat sebelum kemudian masuk ke kamar mandi.