daerah

Dugaan Penipuan CPNS di Jatim Tembus Rp20 Miliar, Korban Klaim Ada Oknum Militer Aktif dan Seleksi Susulan

Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:06 WIB
Dugaan penipuan CPNS di Jatim mencuat dengan kerugian lebih dari Rp20 miliar. Korban mengaku dijanjikan lolos lewat seleksi susulan. (Instagram.com/@bpsdmjatim)

Dari laporan awal, lima korban disebut mengalami kerugian sekitar Rp3,5 miliar. Namun, angka tersebut menurut Ketut belum menggambarkan keseluruhan korban dalam perkara yang sedang didalami.

"Sudah mencapai kerugian Rp20 miliar lebih, karena korbannya sudah diduga jelas lebih dari 10 orang," ungkapnya.

Besarnya nilai kerugian membuat dugaan penipuan CPNS tersebut mendapat perhatian lebih luas. Ketut menyebut korban tidak hanya berada dalam satu kelompok dan wilayah.

Dalam laporan yang disampaikan ke Polda Jawa Timur, pihak korban berharap seluruh rangkaian transaksi, proses seleksi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dapat ditelusuri.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Kawal Kematian Winda Lorenza Gowasa, Polda Sumut dan Keluarga Bakal Dipanggil

Korban Disebut Mendapat Intimidasi

Selain kerugian finansial, kuasa hukum juga mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap sejumlah korban yang hendak membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

Menurut Ketut, ada pihak yang disebut berasal dari lingkungan militer dan meminta korban tidak melaporkan perkara tersebut kepada polisi.

"Teman dari instansi yang lain juga mengatakan dan mengancam para korban bahwa justru para korbanlah yang salah, karena korban itu telah melakukan tindak pidana penyuapan," ucapnya.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Kawal Kematian Winda Lorenza Gowasa, Polda Sumut dan Keluarga Bakal Dipanggil

Ketut belum mengungkap secara rinci identitas maupun institusi asal pihak yang disebut menjadi perantara dalam perkara tersebut.

"Saya tidak bisa sebutkan detailnya apakah instansinya seperti apa, tapi yang jelas salah satu instansi yang membawa para korban ini merupakan oknum dari instansi kemiliteran," jelasnya.

Polda Jawa Timur Diharapkan Usut Perkara

Pelaporan dugaan penipuan CPNS tersebut dilakukan dengan harapan aparat dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab sekaligus menelusuri penggunaan nama sejumlah lembaga negara dalam proses yang disebut sebagai seleksi susulan.

Baca Juga: 950 Dapur MBG Terancam Tutup Permanen, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi

Halaman:

Tags

Terkini