Baca Juga: Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Warga Manggarai Barat Bergerak ke Tempat Lebih Tinggi
Situasi berbeda terlihat dalam video lain yang dibagikan akun Threads @harisul_qiram. Rekaman itu memperlihatkan warga di Manggarai Barat berjalan menuju kawasan pegunungan.
Perempuan dan anak-anak tampak ikut dalam rombongan warga yang bergerak menuju tempat lebih tinggi.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat setelah adanya peringatan potensi tsunami menyusul gempa NTT.
Baca Juga: 4 Kuliner Anti FOMO yang Tetap Diburu, Ada Soto Gading hingga Bebek Sinjay Meski Tak Lagi Viral
“Pagi ini dibangunin sama gempa dan seumur-umur ini yang bener-bener harus naik gunung karena air laut sampai surut,” tulis pemilik akun dalam video yang diunggah pada Sabtu, 14 Agustus 2026.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana peringatan tsunami sempat mendorong sebagian masyarakat di wilayah pesisir untuk mencari lokasi yang dianggap lebih aman.
Bagi wisatawan Pulau Padar maupun masyarakat di kawasan pesisir, informasi mengenai potensi tsunami menjadi perhatian utama setelah gempa NTT terjadi.
Baca Juga: Waduk Brigif Jagakarsa, Destinasi Wisata Hits di Jakarta Selatan untuk Jogging dan Refreshing
BMKG Cabut Peringatan Tsunami
Gempa NTT tersebut disebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik. BMKG mengidentifikasi sumber gempa dangkal itu berada pada kedalaman sekitar 15 kilometer dan berkaitan dengan aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa kuat tersebut terjadi.
Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir.
Baca Juga: 3 Nasi Goreng Kaki Lima Legendaris di Jakarta yang Bikin Penasaran, Ada MPR hingga Gondrong Obama