KARO, Mediapriangan.com - Kondisi sejumlah siswa yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi persoalan yang disuarakan orang tua.
Dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP DPRD Karo, Senin, 7 September 2026, salah satu orang tua siswa mengungkap kondisi anaknya yang disebut mengalami gangguan ginjal dan harus berulang kali mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Fitriani br Sijabat, orang tua Agnesia Paruliana br Silitonga, siswa SMAN 1 Berastagi yang diduga mengalami keracunan MBG, menyampaikan keluhannya secara langsung dalam forum tersebut.
Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
“Anak saya kena ginjalnya, di mana hati nurani kalian? Terutama Kepala SPPG. Bapak punya anak atau tidak?” ucap Fitriani saat RDP bersama DPRD Karo pada Senin, 7 September 2026.
Menurut Fitriani, kondisi anaknya belum pulih setelah kejadian tersebut. Ia menyebut Agnesia sudah tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit dan hingga kini pihak keluarga belum mengetahui secara pasti racun yang terdeteksi pada ikan yang dikonsumsi.
“Ini anakku lemah di rumah, ini tentang nyawa. Anak saya sudah tiga kali bolak-balik rumah sakit. Dan saya viral di media sosial yang menanyakan racun apa yang terdeteksi di ikan itu. Sampai saat ini, kami tidak tahu,” lanjutnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN
Keracunan MBG tersebut, menurut Fitriani, juga berdampak terhadap kondisi psikologis anaknya. Ia mengatakan putrinya sebelumnya termasuk siswa berprestasi di SMAN 1 Berastagi.
“Anak saya itu salah satu yang berprestasi di SMAN 1 Berastagi, sekarang Pak, kondisinya melihat keramaian pun dia takut,” ujarnya.
Fitriani kemudian mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban SPPG Karo Berastagi Sempajaya terhadap siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG.
“Terutama pihak SPPG, sampai mana pertanggungjawaban Bapak? Apakah kata maaf dan klarifikasi itu cukup? Tidak, itu tidak cukup. Dari tes urin, hasil anak saya positif ada bakteri,” imbuhnya.
Baca Juga: 137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Alami Diare Usai MBG, Penyebab Keracunan Masih Diusut
Biaya Pengobatan Jadi Keluhan Orang Tua