Mediapriangan.com - Komisi II DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Balai Benih Padi dan Palawija Kabupaten Cirebon.
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Jawa Barat tersebut dilakukan dalam rangka Evaluasi Program dan Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2023.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati mengungkapkan, bahwa saat ini kondisi Balai Benih Padi dan Palawija Kabupaten Cirebon dinilai kurang optimal.
Baca Juga: DPRD Jawa Barat Gelar Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang II Tahun 2022-2023 dan Penetapan AKD
Kurang optimalnya dikarenakan terdapat 14 hektar lahan yang ada, tidak semua lahan produktif dikarenakan keterbatasan anggaran dan tenaga kerja.
"Menurut kami kondisi ini sangat disayangkan karena Satuan Balai Benih Padi dan Palawija tadinya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, " ucap Lina, Rabu 4 Januari 2022.
Jawa Barat adalah konsumen terbesar untuk benih padi dan palawija, bahkan sampai saat ini Jawa Barat masih tergantung pada impor.
"Untuk benih padi dan palawija dan harus kita tahu bahwa Jawa Barat adalah konsumen terbesar untuk benih padi dan palawija," ungkapnya.
Dari keterangan yang didapatkan pihaknya, produktivitas di satuan benih dan palawija ini dari 1 hektar lahan dapat menghasilkan 1,3 ton benih.
"Hal ini mungkin karena keterbatasan sarana dan prasana disini kurang memadai, jadi hasil bibit yang dihasilkan kurang diminati oleh masyarakat,"ucap Lina.
Baca Juga: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dorong Pemerintah Daerah Lakukan Lobi-Lobi
Pihaknya akan melakukan evaluasi Balai Benih Padi dan Palawija Kabupaten Cirebon
untuk kedepanya supaya menjadi lebih baik.