APBD Jabar 2023 Naik, Yod Mintaraga Dorong Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 29 Desember 2022 | 09:19 WIB
Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Brat, H. Yod Mintaraga (Tangkap Layar Instagram.com/H.yod.mintaraga)
Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Brat, H. Yod Mintaraga (Tangkap Layar Instagram.com/H.yod.mintaraga)

Mediaprianga.com- Anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 15 (Tasik-Tasik), H. Yod Mintaraga mengatakan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2023 mengalami kenaikan.

Pada tahun 2022 APBD Jabar mencapai angka sekitar Rp 33 triliun. Sedangkan APBD Jabar tahun 2023 yang baru-baru ditetapkan bersama eksekutif dan legislatif, mencapai lebih kurang Rp35 triliun.

Menurut Yod, Kenaikan APBD Jabar 2023, salah satunya dipengaruhi adanya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang diantaranya terkontribusi oleh peningkatan kehidupan perekonomian di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat selama sepanjang tahun 2022.

Baca Juga: Yod Mintaraga Sebut Optimisme Besar Tahun 2023 Untuk Masyarakat Jabar

"Peningkatan perekonomian Jabar selama tahun 2022, mencerminkan optimisme masyarakat menggerakkan perekonomian setelah hampir dua tahun sejak 2020 hingga 2021 sempat lesu akibat badai pandemi," kata Yod, Kamis, 29 Desember 2022.

Sementara itu, ucap dia, hal yang membanggakan bahwa pertumbuhann ekonomi Jabar pada tahun 2022, lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhn ekonomi nasional yang hanya berada di angka 5,1 persen. Sedangkan di Jabar mencapai 5,61 persen.

"Artinya pertumbuhan ekonomi Jabar secara kumulatif sepanjang tahun, tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Yod.

Baca Juga: Nonton Avatar 2 The Way of Water di Bioskop Surabaya, Simak Jadwal dan Harga Tiket Kamis 29 Desember 2022

Kenaikan APBD Jabar 2023, lanjut dia, harus memberikan dukungan terhadap pemulihan ekonomi daerah, sehingga marsyarakat berkemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi. Dengan kata lain, anggaran tersebut harus dapat memberikan penguatan terhadap sektor-sektor ekonomi.

"Hari ini pekerajaan kita adalah pemulihan ekonomi, karena di tingkat pengusaha atas maupun UMKM sekalipun, merasakan benar dampak dari pembatasan-pembatasan yang dilakukan pada situasi pandemi. Mereka telah kehilangan pasar, dan untuk UMKM menjadi sulit untuk bergerak karena kekurangan modal," tutur Yod.

Maka, lanjut dia, untuk mengembalikan ekonomi masyarakat menengah ke bawah, program-program bantuan pemerintah yang berorientasi untuk menumbuhkan sektor-sektor perekonomian masyarakat perlu terus di tingkatkan.

Baca Juga: Kereta Panoramic: Cek Harga Tiket, Fasilitas dan Jadwal Keberangkatan

Tetapi, sambung Yod, penguatan sektor ekonomi itu tidak bisa berdiri sendiri. Peningkatan sektor lain seperti kualitas dan kuantitass pendidikan, kesehatan dan peningkatan daya beli, menjadi sangat penting karena berkaitan erat dengan upaya peningkatan ekonomi.

"Saya kira bantun pemerintah dan pemerintah daerah saat ini, masih menjadi hal krusial bagi masyarakat. Meskipun bantuan itu tidak harus berbentuk uang. Tetapi bisa dalam bentuk pelatihan keterampilan seperti cukur rambut, las dan banyak keterampilan lainnya, yang sekiranya dapat mendongkrak kemampuan masyarakat untuk hidup lebih mandir dan menciptakan ruang kerja bagi masyarakat lainnya," kata Yod.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X