Viral di Indonesia, Tren Gambar Ghibli dari ChatGPT-4o Bikin Hayao Miyazaki Merasa Tersinggung dan Menentang AI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 4 April 2025 | 14:30 WIB
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT.  (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT. (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

Mediapriangan.com - OpenAI baru-baru ini merilis fitur generator gambar terbaru di platform ChatGPT-4o yang memungkinkan pengguna membuat gambar bergaya khas Studio Ghibli.

Fitur ini dengan cepat menjadi tren di media sosial, dengan banyak pengguna mengubah swafoto, hewan peliharaan, hingga tokoh politik ke dalam gaya animasi ikonik tersebut.

Namun, tak semua pihak menyambut tren ini dengan antusiasme. Salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, dikenal sebagai sosok yang menentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni.

Baca Juga: Final Liga Voli Korea 2024-2025, Kim Yeon Kyung Ingin Selesaikan 'Last Dance' di Laga Ke-3 Red Sparks vs Pink Spiders!

Miyazaki sejak lama menyuarakan pandangannya yang kritis terhadap AI dalam dunia seni.

Ia berpendapat bahwa meskipun AI mampu meniru bentuk dan gerakan, teknologi ini tidak bisa menangkap esensi emosi manusia yang ada dalam karya seni.

Bagi Miyazaki, seni bukan hanya soal menghasilkan gambar atau animasi yang tampak indah, tetapi juga tentang mencerminkan perasaan dan pengalaman manusia.

Baca Juga: Bill Gates Prediksi Dalam 10 Tahun, AI Bisa Gantikan Guru dan Dokter, Dunia Kerja Akan Berubah Total!

"Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini (AI) ke karya-karya saya. Saya pikir teknologi AI ini adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni," ujar Miyazaki dikutip pada Jumat, 4 April 2025.

Salah satu momen paling terkenal yang menunjukkan sikap keras Miyazaki terhadap AI terjadi pada tahun 2016.

Saat itu, ia menghadiri presentasi dari Dwango Artificial Intelligence Laboratory yang menampilkan animasi makhluk tanpa kepala yang berjalan aneh, hasil algoritma AI.

Baca Juga: Alasan Google Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akuisisi Keamanan Israel, Pengaruh Teknologi dan Isu Netralitas

Alih-alih terkesan, Miyazaki justru merasa terganggu dan menyatakan bahwa para pengembang AI tersebut tidak memahami nilai kehidupan dan seni.

Ia menganggap teknologi seperti ini "menyedihkan".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X