Robert Prevost Jadi Paus AS Pertama! Donald Trump Bangga, Ini Kehormatan Besar bagi Amerika Serikat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:55 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan ucapannya atas terpilihnya Robert Prevost sebagai Paus baru.  (Kolase Instagram/realdonaldtrump/press.vatican.va)
Presiden AS Donald Trump memberikan ucapannya atas terpilihnya Robert Prevost sebagai Paus baru. (Kolase Instagram/realdonaldtrump/press.vatican.va)

 Mediapriangan.com - Kardinal Robert Francis Prevost menjadi Paus baru yang dimiliki oleh umat Katolik.

Terpilihnya Robert Prevost ini melalui pemungutan suara yang dilakukan secara tertutup oleh 133 Kardinal dari 70 negara di Kapel Sistina, Vatikan.

Konklaf pemilihan Paus ini dilakukan mulai Rabu, 7 Mei 2025 sore hari hingga Kamis, 8 Mei 2025.

Baca Juga: Dramatis! Konklaf 2 Hari Pilih Robert Prevost Jadi Paus Baru, Asap Putih di Kapel Sistina Jadi Tanda Bersejarah

Selama masa konklaf, cerobong asap Kapel Sistina menjadi penanda apakah Paus baru telah terpilih dengan perbedaan warna asap yang keluar.

Asap hitam menandakan bahwa belum ada Paus yang terpilih, sedangkan asap putih berarti telah terjadi kesepakatan Paus baru.

Robert Prevost sendiri lahir di Chicago pada 14 September 2025 dan menandakan bahwa ia adalah Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Habemus Papam! Kardinal Robert Prevost Resmi Jadi Paus Baru, Pilih Nama Mengejutkan, Paus Leo XIV

Setelah pengumuman resmi dari Vatikan, Presiden Amerika Donald Trump turut buka suara.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengungkapkan bahwa pemilihan tersebut adalah sebuah kehormatan untuk Amerika Serikat.

“Selamat kepada Kardinal Robert Francis Prevost, yang baru saja diangkat menjadi Paus,” tulis Trump pada caption dan foto yang ia unggah pada Jumat, 9 Mei 2025.

Baca Juga: Kekayaan Paus Fransiskus Cuma Rp2,2 Juta Sebelum Wafat? Ini Jawaban Soal Gaji Rahasia Seorang Bapa Suci!

Ia menyinggung tentang status Paus Leo XIV sebagai Kardinal pertama yang diangkat sebagai Paus dari Amerika Serikat.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menyadari bahwa ia adalah Paus Amerika pertama,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X