Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak ke Ekspor dan Respons Strategis Pemerintah RI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 6 April 2025 | 07:30 WIB
Trump Naikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia, Ini Langkah Pemerintah. (Instagram.com/whitehouse)
Trump Naikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia, Ini Langkah Pemerintah. (Instagram.com/whitehouse)

 

Mediapriangan.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempercepat pengumuman kebijakan tarif baru bagi mitra dagang AS yang awalnya dijadwalkan belakangan.

Dalam pidato yang disampaikannya dari Gedung Putih pada Rabu petang 2 April 2025 waktu Washington, Trump menyebut momen ini sebagai “Hari Pembebasan.”

Dalam kebijakan baru tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak dengan dikenai tarif timbal balik sebesar 32 persen.

Baca Juga: Tarif Impor Trump Naik 32 Persen, Ekonomi RI Terancam? Ini Dampaknya bagi Ekspor Otomotif dan Strategi Pemerintah

Angka ini hanya terpaut sedikit dari tarif yang diberikan kepada China, yaitu 34 persen.

"Dalam banyak kasus, terutama dalam hal perdagangan, kawan lebih buruk daripada lawan," kata Trump pada Kamis, 3 April 2025.

"Kita mensubsidi banyak negara dan membuat mereka berbisnis dan maju. Mengapa kita melakukan ini? Maksud saya, kapan kita bisa mengatakan kalian harus bekerja untuk diri sendiri… Kita akhirnya mengutamakan Amerika,” jelasnya.

Baca Juga: Resesi Mengintai Indonesia Usai Kenaikan Tarif Impor 32 Persen, Ini Langkah Strategis yang Perlu Segera Dilakukan

Trump menegaskan bahwa defisit perdagangan AS dengan negara lain bukan lagi sekadar masalah ekonomi, melainkan telah menjadi kondisi darurat nasional.

Dengan diberlakukannya tarif baru ini, Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam perdagangan dengan AS.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan RI, AS merupakan mitra dagang penting yang menyumbang surplus perdagangan nonmigas sebesar 16,08 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Baca Juga: Lama Tak Muncul di Publik usai Isu dengan Lisa Mariana Pihak Ridwan Kamil Bantah Diam karena Takut Salah Langkah

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa pemerintah akan segera menghitung dampak dari kebijakan ini terhadap berbagai sektor ekspor utama Indonesia, seperti elektronik, tekstil, alas kaki, minyak sawit, karet, furnitur, dan produk perikanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X