AS dan China Sepakat Perpanjang Gencatan Perang Dagang 90 Hari, Tarif Baru Ditangguhkan hingga November 2025

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:04 WIB
Presiden China, Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan).  (Instagram.com / @xi_jinping - @realdonaldtrump)
Presiden China, Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan). (Instagram.com / @xi_jinping - @realdonaldtrump)

 

Mediapriangan.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan perpanjangan gencatan atau penghentian sementara dalam perang dagang dengan China selama 90 hari.

Keputusan Donald Trump itu berlaku hingga 10 November 2025, menunda penerapan tarif baru yang seharusnya dimulai pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani pada Senin, 11 Agustus 2025, Donald Trump menyebut pembicaraan antara AS dan China masih berlangsung untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, sekaligus menjawab kekhawatiran terkait keamanan nasional dan ekonomi.

Baca Juga: Memanas! Thailand dan Kamboja Bertemu di Malaysia Bahas Gencatan Senjata, China dan Trump Turut Terlibat

Trump mengatakan, China telah menunjukkan langkah signifikan memperbaiki perjanjian dagang yang dinilai tidak adil, sehingga kenaikan tarif ditangguhkan sementara.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah China pada Selasa, 12 Agustus 2025, mengumumkan akan menangguhkan sebagian besar tarif balasan terhadap AS selama 90 hari.

Melalui kedutaan besar di Washington, China menegaskan kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan di Stockholm, di mana kedua negara sepakat memperpanjang penghentian tarif demi memperkuat kerja sama.

Baca Juga: Disentil Donald Trump, Thailand dan Kamboja Kompak Akhiri Konflik Bersenjata Demi Lanjutkan Dagang dengan AS

"Kami berharap AS terus bekerja sama dengan China untuk meningkatkan saling pengertian, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan melalui dialog," tulis pernyataan resmi tersebut, dikutip dari Financial Times.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AS membuka peluang melonggarkan sebagian pembatasan ekspor semikonduktor, salah satu tuntutan utama China.

Bahkan, ada pembahasan potensi pertemuan puncak antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, meski belum ada jadwal resmi.

Baca Juga: Kelakar Donald Trump Soal Macron Akui Palestina, 'Dia Orang Baik, Tapi Tak Akan Berpengaruh Apa Pun di Timur Tengah'

Media Financial Times melaporkan, Trump telah mengizinkan perusahaan chip seperti Nvidia dan AMD mengekspor chip canggih ke China dengan imbalan biaya tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X