Pengakuan Inggris terhadap Palestina Picu Ketegangan Israel, Tapi Jadi Secerca Harapan Menuju Perdamaian

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 22 September 2025 | 21:17 WIB
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (kiri) akui Palestina merdeka di tengah Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir (kanan) desak pencaplokan Tepi Barat.  (Instagram.com/@keirstarmer - @otzma_yehudit)
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (kiri) akui Palestina merdeka di tengah Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir (kanan) desak pencaplokan Tepi Barat. (Instagram.com/@keirstarmer - @otzma_yehudit)

 

Mediapriangan.com - Inggris secara resmi mengakui negara Palestina untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, langkah yang dianggap sebagai pergeseran signifikan dalam politik internasional.

Keputusan ini disambut sebagai dorongan untuk solusi damai, tetapi memicu reaksi keras dari dua menteri kontroversial Israel yang kembali mengangkat wacana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan keputusan tersebut dilakukan untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara, terutama di tengah memburuknya kondisi di Gaza.

Baca Juga: Inggris, Kanada, Australia hingga Portugal Akui Palestina, Netanyahu Geram! Tak Akan Ada Negara Palestina di Tepi Barat

"Langkah ini diambil untuk menjaga tetap hidup kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara, di tengah memburuknya kondisi di Gaza," ujar Starmer melalui pernyataan video yang dikutip Al-Jazeera, Minggu, 21 September 2025.

Starmer menambahkan, langkah Inggris sejalan dengan pengakuan yang sebelumnya diberikan Kanada, Australia, dan Portugal sehari sebelumnya, serta menambah daftar lebih dari 140 negara yang sudah lama mendukung kedaulatan Palestina.

Reaksi Keras dari Israel

Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben Gvir, menilai pengakuan tersebut sebagai ancaman serius.

"Penerapan kedaulatan yang cepat di Yudea dan Samaria, dan pembubaran sepenuhnya Otoritas Palestina,” ujar Ben Gvir, dilansir AFP, Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Israel Klaim Berhasil Bunuh Abu Obeida, Hamas Belum Beri Tanggapan Soal Nasib Sang Juru Bicara Militer

Ben Gvir bahkan menyebut pihaknya akan mengajukan proposal aneksasi di rapat kabinet Israel mendatang.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, juga menolak campur tangan negara lain.

“Masa-masa ketika Inggris dan negara-negara lainnya menentukan masa depan kita telah berakhir. Mandat telah berakhir, dan satu-satunya respons terhadap langkah anti-Israel adalah kedaulatan atas tanah air bersejarah orang-orang Yahudi di Yudea dan Samaria,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X