Mediapriangan.com - Pemerintah Israel menyatakan juru bicara militer Hamas, Abu Obeida, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan di Kota Gaza, Sabtu 30 Agustus 2025.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam keterangannya pada Senin 1 September 2025, menyebut kematian Abu Obeida menjadi bagian dari operasi untuk memperlemah basis terakhir Hamas di wilayah tersebut.
“Juru bicara teroris Hamas telah dieliminasi. Abu Obeida akan segera bertemu dengan banyak rekan kriminalnya,” kata Katz, dikutip dari Reuters.
Abu Obeida, yang memiliki nama asli Hudahaifa Kahlout, selama ini dikenal sebagai “wajah tentara Hamas” karena kerap tampil di televisi dengan wajah tertutup keffiyeh.
Namun hingga kini, Hamas belum memberikan konfirmasi mengenai klaim tersebut. Sebaliknya, kelompok itu menyoroti jatuhnya puluhan korban sipil akibat serangan di kawasan al-Rimal, Gaza.
Pihak Israel meyakini tewasnya Abu Obeida akan menyisakan tiga pemimpin senior Hamas di Gaza, yaitu Izz al-Din al-Haddad, Raed Saad, dan Hussein Fayyad.
Baca Juga: WEF 2025 Ungkap 41 Persen Perusahaan Akan Lakukan PHK Massal Hingga 2030, AI Jadi Pemicu Utama
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan operasi militer tidak hanya bertujuan melemahkan Hamas, tetapi juga membebaskan puluhan sandera yang masih ditahan.
“Kami tidak akan berhenti sampai semua sandera dibebaskan,” ujar Netanyahu, dikutip dari Arab News.
Meski demikian, agresi besar-besaran Israel menuai kritik keras dari komunitas internasional.
Laporan Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 63.000 warga Palestina tewas, sedangkan Israel mengonfirmasi 450 tentaranya gugur sejak awal konflik.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran dunia bahwa operasi militer yang berlanjut justru memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, meski Tel Aviv tetap menegaskan misi utamanya adalah menghancurkan Hamas hingga tuntas.***
Artikel Terkait
Drama di Penjara: Eks Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Tolak Diperiksa Jaksa, Berbaring di Lantai Hanya Pakai Singlet
Tarif Impor 39 Persen Trump Bikin Swiss Stop Kirim Emas ke AS, Industri Logam Mulia Dunia Kena Imbas
Bitcoin Cetak Rekor Rp1,93 Miliar, Lalu Anjlok Usai Inflasi AS Picu Guncangan di Pasar Kripto
Qatar Ikuti Jejak China dan Turki Blokir Roblox, Mendikdasmen RI Pernah Larang Anak Main Game Ini
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
Studi Global Sebut 76 Persen Warga RI Khawatir Pekerjaan Digantikan AI, Berbanding Terbalik dengan Jepang dan Jerman