Dari Peru hingga Filipina, Aksi Gen Z Mengguncang Dunia: Mobilisasi Via Medsos, Bentrok dengan Polisi Tak Terhindarkan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 23 September 2025 | 09:08 WIB
Menyoroti pola aksi demonstrasi di Nepal hingga Peru yang diinisiasi oleh para generasi Z atau Gen Z.  (Unsplash.com/@Ehimetalor)
Menyoroti pola aksi demonstrasi di Nepal hingga Peru yang diinisiasi oleh para generasi Z atau Gen Z. (Unsplash.com/@Ehimetalor)

Mediapriangan.com - Gelombang demonstrasi generasi muda atau Gen Z kembali menggema di berbagai belahan dunia. Dari Nepal, Prancis, hingga Peru dan Filipina, aksi-aksi jalanan ini menunjukkan betapa kuatnya peran media sosial sebagai pemicu perlawanan terhadap ketidakadilan dan korupsi.

Linimasa media sosial pada 22 September 2025 dipenuhi unggahan dari Gen Z yang menyerukan aksi turun ke jalan. Mereka menolak korupsi, kebijakan pemerintah yang dianggap menindas, hingga kejahatan geng yang meresahkan masyarakat.

Berdasarkan laporan AFP, senjata utama mereka bukan hanya spanduk dan megafon. “Cara unik yang dilakukan Gen Z memanfaatkan media sosial itu salah satunya sebagai alat mobilisasi,” demikian laporan AFP yang dikutip pada Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Demo Buruh 22 September, Desak RUU Ketenagakerjaan Disahkan, Tagih Janji Satgas PHK, DPR Janji Terima Aspirasi

Peru: Dari Seruan Digital ke Bentrokan Jalanan

Di Kota Lima, Peru, ratusan anak muda memenuhi jalan pada Minggu, 21 September 2025. Aksi yang berawal dari seruan digital ini berubah ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata. Sedikitnya 18 orang dilaporkan terluka dan jumlah penangkapan belum diumumkan.

Seorang pelajar 18 tahun, Jonatan Esquen, menyebut peristiwa ini sebagai kebangkitan kaum muda.

“Karena orang-orang akhirnya menyadari kamu muda aktif di media sosial dan arena politik,” ujarnya.

Kemarahan publik juga disuarakan Xiomi Aguilar yang terang-terangan menyebut partai politik sebagai mafia.

Baca Juga: Fakta Terkini Kasus Eko Purnomo dan Bima Permana, Hilang Usai Demo Agustus 2025, Begini Ternyata

“Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintah ini. Dan Kongres ini yang melayani partai-partai politik,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, demonstrasi juga terjadi di sekitar kantor presiden dan parlemen, namun berhasil dipukul mundur aparat.

Jurnalis Jadi Korban

Kericuhan di Peru turut memakan korban dari kalangan jurnalis. Fotografer media lokal Hildebrandt En Sus Trece, Cesar Zamalloa, menceritakan pengalamannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X