Jumlah korban yang terus meningkat memicu langkah cepat pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Sampel air dari lokasi tersebut telah dikirim untuk diuji, dengan fokus mendeteksi kemungkinan kandungan logam berat atau residu bahan kimia, seperti pupuk, yang mungkin menjadi penyebab masalah ini.
Namun, infeksi jamur pada kulit kepala juga menjadi salah satu penyebab utama yang diidentifikasi oleh para petugas kesehatan.
Baca Juga: Rumah Selamat dari Kebakaran di Los Angeles Kini Terancam Longsor, Bangunan Sampai Terbelah Dua
Amol Geete, petugas kesehatan distrik, menjelaskan, "Begitu mendapat informasi, kami mengirim spesialis kulit dan ahli epidemiologi ke desa-desa tersebut untuk melakukan pemeriksaan awal. Sekitar 99 persen kasus menunjukkan adanya infeksi jamur di kulit kepala, yang menjadi penyebab kerontokan rambut."
Geete juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menyelidiki kemungkinan adanya peran kontaminasi air dalam memperburuk situasi ini.
"Kami akan menguji air untuk memastikan apakah terdapat logam berat yang berkontribusi pada risiko infeksi jamur," ungkapnya.
Langkah Penanganan dan Upaya Perawatan
Dalam upaya mengatasi situasi ini, Departemen Kesehatan Maharashtra bekerja sama dengan para spesialis kulit untuk memberikan pengobatan kepada para korban.
Sampel rambut dan kulit kepala telah dikumpulkan dan dikirim ke Akola Medical College guna analisis lebih mendalam.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menentukan penyebab pasti dari kerontokan rambut yang tidak biasa ini.
Kerontokan rambut mendadak seperti yang terjadi di desa-desa tersebut biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, baik infeksi maupun paparan polutan lingkungan.
Infeksi jamur di kulit kepala dapat merusak folikel rambut, yang akhirnya mengakibatkan kebotakan parah.