Medipriangan.com - Tiga desa di distrik Buldhana, Maharashtra, India, saat ini dilanda fenomena misterius yang membuat masyarakat diliputi kekhawatiran.
Dalam waktu singkat, warga di desa Borgaon, Kalwad, dan Hingna mengalami kerontokan rambut yang ekstrem hingga menyebabkan kebotakan hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Fenomena aneh ini tidak memandang usia atau jenis kelamin. Baik pria, wanita, maupun anak-anak menjadi korban, dan kasus ini telah menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk setempat.
Berdasarkan laporan Economic Times, rambut para warga di daerah tersebut rontok hanya dengan sentuhan ringan, sehingga menimbulkan bercak kebotakan yang nyata di kepala mereka.
Lebih lanjut, Times of India melaporkan bahwa lebih dari 150 orang di desa-desa tersebut telah terdampak, dengan sekitar 400 orang lainnya di 15 desa di wilayah Shegaon mulai mengalami gejala serupa.
Fenomena ini kerap diawali dengan rasa gatal intens di kulit kepala, sebelum kerontokan rambut terjadi secara masif.
Dugaan Awal Penyebab Kerontokan Rambut
Untuk mengungkap penyebab dari kejadian ini, Departemen Kesehatan Maharashtra telah memulai penyelidikan intensif.
Dr. Deepali Rahekar, petugas kesehatan di Shegaon menjelaskan dugaan awal mengarah pada kemungkinan kontaminasi air.
"Hal ini dapat terjadi karena air yang tercemar. Kami telah mengumpulkan sampel dan akan mengujinya untuk mencapai kesimpulan," jelasnya.
Sejauh ini, tim kesehatan menemukan sekitar 50 orang di desa-desa terdampak menunjukkan gejala yang serupa.
Artikel Terkait
Agus Salim Tagih Janji Denny Sumargo Setelah Uang Donasi untuk Pengobatannya Dialihkan ke Korban Bencana NTT
4 Pengakuan Jeje Usai Tinggalkan Indonesia, Dari Keputusan Dadakan PSSI hingga Pesan Move On untuk Fans Garuda
Viral di Media Sosial, Ini 5 Alasan di Balik Lavender Marriage Pasca Sherina Munaf Gugat Cerai Baskara Mahendra
Drama Korea Slowly but Intensely yang Dibintangi Gong Yoo dan Song Hye-kyo Mulai Syuting, OTW Tayang di Netflix
Thom Haye Ungkap Pengalaman Dilatih Patrick Kluivert di AZ Alkmaar, Ungkap Gaya Kepelatihan Pelatih Baru Garuda
Pro-Kontra Pembelajaran Selama Ramadan, Skema Baru Pemerintah Prabowo serta Sejarah Panjang Libur Puasa di Indonesia