Mediapriangan.com - Penemuan baru dari peneliti Eropa menunjukkan bahwa beberapa merek air mineral di kawasan tersebut terpapar bahan kimia yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi."
Hasil penelitian ini memunculkan pertanyaan besar: apakah air mineral tersebut tetap aman untuk dikonsumsi?
Paparan TFA pada Air Mineral
Pesticide Action Network Europe (PAN Europe), sebuah organisasi ilmiah terkemuka, baru-baru ini merilis analisis yang menyebutkan bahwa 10 dari 19 merek air mineral yang diuji terkontaminasi oleh asam trifluoroasetat (TFA).
Senyawa kimia ini tergolong kecil, larut dalam air, dan sulit terurai di alam, membuatnya mudah menyebar hingga ke sumber air tanah terdalam.
Walau TFA belum secara resmi dikategorikan sebagai "bahan kimia abadi," banyak ahli memasukkannya ke dalam kelompok per-and polyfluoroalkyl substances (PFAS), yang dikenal berbahaya karena tidak dapat terurai secara alami.
PFAS sering ditemukan dalam produk rumah tangga, limbah industri, pestisida, bahkan busa pemadam kebakaran.
Dampak Kesehatan
Meskipun penelitian dampak TFA terhadap manusia masih berlangsung, sejumlah studi menunjukkan bahwa zat ini memiliki potensi racun bagi reproduksi mamalia dan dapat merusak organ hati.
Beberapa PFAS bahkan dikaitkan dengan risiko penyakit serius, seperti kanker testis, kanker ginjal, dan gangguan tiroid.
Konsentrasi TFA di lingkungan dilaporkan meningkat drastis dalam beberapa dekade terakhir. Zat ini kini ditemukan di air hujan, sungai, makanan, bahkan dalam darah manusia.