Para ilmuwan menilai, lonjakan ini disebabkan oleh penggunaan bahan kimia yang menghasilkan TFA sebagai produk sampingan.
Kemurnian Air Mineral Dipertanyakan
Air mineral sering dianggap sebagai sumber air yang murni, namun laporan ini menimbulkan kekhawatiran baru.
Di Eropa, air mineral harus memenuhi persyaratan hukum yang ketat dan berasal dari sumber alami yang terlindungi dari kontaminasi.
Sayangnya, beberapa merek yang diuji melebihi ambang batas kontaminasi TFA yang diusulkan Uni Eropa untuk total PFAS dalam air minum mulai tahun 2026.
PAN Europe menekankan bahwa banyak perusahaan air mineral mungkin tidak memiliki cara untuk mencegah pencemaran ini di sumber air mereka.
Langkah yang Diperlukan
Sebagai langkah awal, PAN Europe menyerukan pelarangan bahan kimia yang berkontribusi terhadap pencemaran TFA pada air tanah.
Organisasi ini juga mendorong peningkatan pengawasan oleh otoritas dan perusahaan air mineral untuk memastikan keamanan produk mereka.
Kontaminasi bahan kimia abadi ini menggarisbawahi pentingnya regulasi lingkungan yang lebih ketat guna melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan zat berbahaya dalam produk sehari-hari.***
Artikel Terkait
Pemerintah Fokus Turunkan Harga Tiket Mudik Lebaran 2025, AHY Tegaskan Pentingnya Koordinasi Lintas Kementerian
Dampak Perceraian Orang Tua pada Anak, Kedua Anak Baim Wong Jalani Terapi Psikologis, Kuasa Hukum Beri Penjelasan
Terancam Dideportasi, Status Visa Pangeran Harry di Amerika Diduga Terkait Perlindungan Era Joe Biden
The Heritage Foundation Desak Pemeriksaan Visa Pangeran Harry ke Donald Trump, Terkait Pengakuan Pernah Konsumsi Narkoba
Pink Spiders Mantap di Puncak Klasemen Usai Tundukkan Hyundai Hillstate 3-0, Intip Top Skor Liga Voli Korea 2024-2025
Red Sparks Mengejar Sejarah, Mampukah Megawati Hangestri dan Tim Perpanjang Kemenangan Beruntun di Liga Voli Korea