internasional

Cuaca Ekstrem Bikin Industri Asuransi Asia Goyah, Klaim Minim Meski Kerugian Capai US$20 Miliar di 2024

Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi: Industri asuransi Asia goyah diterpa cuaca ekstrem dan kerugian besar sepanjang 2024. (Pixabay/Oleg Gamulinski)

 

Mediapriangan.com - Industri asuransi di Asia tengah berada dalam tekanan berat menyusul lonjakan kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan laporan terbaru WTW, total kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana iklim tahun lalu mencapai lebih dari US$20 miliar.

Ironisnya, hanya sekitar US$2–3 miliar dari jumlah tersebut yang dapat diklaim melalui perusahaan asuransi.

Baca Juga: KPAI Soroti Program Siswa Nakal ke Barak TNI, Minta Dedi Mulyadi Evaluasi dan Libatkan Orang Tua di Tahap Lanjutan

Rendahnya angka klaim ini memperlihatkan celah besar dalam cakupan perlindungan asuransi di kawasan Asia. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi salah satu yang paling terdampak.

Topan Yagi menjadi contoh paling mencolok. Badai itu menghantam beberapa negara di Asia Tenggara dan menelan korban jiwa hingga 1.200 orang serta mencatatkan kerugian ekonomi sekitar US$15 miliar. Namun, hanya sekitar US$1 miliar kerugian yang terlindungi oleh asuransi.

Tak hanya itu, Filipina turut mengalami kerusakan besar setelah dihantam enam badai hanya dalam waktu satu bulan, memengaruhi lebih dari 13 juta warga.

Baca Juga: Viral Oknum Kadin Cilegon Diduga Minta Jatah Rp5 T Triliun, Akbar Faizal, Emangnya Jakarta Doang Bisa Main Besar?

Kerugian ditaksir mencapai US$500 juta, namun lagi-lagi, minimnya kepemilikan asuransi membuat masyarakat tidak mendapatkan jaminan finansial yang memadai.

Jepang juga tak luput dari dampak. Topan Shanshan melanda dengan intensitas tinggi, namun karena rendahnya cakupan asuransi di daerah terdampak, klaim yang dibayarkan tetap rendah, di bawah US$1 miliar.

Gap perlindungan ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masa depan sektor asuransi, terutama karena ancaman iklim diprediksi akan terus meningkat.

Baca Juga: Bawa Pesan Khusus Prabowo, Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV, Misi Perdamaian dari Indonesia

Laporan ini mendorong industri asuransi untuk memperluas jangkauan perlindungan, meningkatkan edukasi publik, dan mendorong keterlibatan lebih besar dari pemerintah dan sektor swasta.

Halaman:

Tags

Terkini