Sementara itu, ukiran Dvarapala (penjaga) dan ornamen khas menghiasi dinding luar kuil.
Uniknya, beberapa bagian dekoratif masih tampak belum selesai, seolah ditinggalkan di tengah proses pembangunan.
Di sisi timur kuil utama, batuan dasar dipahat menjadi saluran air suci. Tak jauh dari situ, terdapat ukiran gajah yang menambah kekayaan artistik situs ini.
Namun, sebagian dinding selatan candi kini telah runtuh, menyisakan gapura sebagai saksi bisu perjalanan zaman.
Ta Muen Thom juga dikenal melalui beberapa prasastinya. Salah satu yang terkenal adalah Prasasti Prasat Ta Muen Thom 5 yang kini disimpan di Museum Nasional Surin.
Prasasti ini dikaitkan dengan Raja Suryawarman I dan terdiri dari tiga sisi berisi baris-baris teks dalam bahasa Khmer dan Sansekerta. Ada pula Prasasti K. 376 yang mencatat sejarah dan fungsi candi ini di masa lalu.
Di sepanjang jalur kuno yang melintasi wilayah ini, masih bisa ditemukan situs pendukung lainnya seperti Prasat Ta Muen Toch dan Prasat Ta Muen, yang diyakini sebagai rumah sakit dan rumah pemadam kebakaran pada masa itu.
Sementara di wilayah Kamboja, terdapat Prasat Chan dan Wat Ta Muen yang menyimpan sisa peninggalan arsitektur kuno.
Meski menyimpan nilai sejarah tinggi, Candi Ta Muen Thom kini justru menjadi sumber ketegangan baru.***