Alur dimulai dengan menceritakan pemerintahan Prabu Borosngora (bupati ke-1). Prabu Borosngora memerintah sebagai Bupati Panjalu. Selanjutnya Prabu Borosngora sekeluarga pindah ke Jampang (épisode II nepi ka IV).
Baca Juga: Tuntaskan Pembangunan Masjid PCNU Ciamis, Bupati Ciamis Siap Sumbang Rp500 Juta
Radén Arya Kuning (bupati ke-2) memerintah jadi Bupati Panjalu menggantikan orang tuanya. Terjadi perselisihan antara kakak beradik (épisode V nepi ka VII).
Perselisihan dapat didamaikan setelah Raden Kampuh Jaya sebagai perwakilan Prabu Borosngora datang ke Panjalu. R. Kampuh Jaya menyelesaikan perseteruan kakak beradik dengan arif dan bijaksana.
Putra yang unggul dalam perkelahian itu dijadikan Bupati Panjalu, yaitu R.A. Kancana. Selanjutnya R.A. Kuning dibawa ke Jampang oleh R. Kampuh Jaya (épisode VIII).
Baca Juga: Bupati Ciamis Terima Pataka Kirab Resolusi Jihad Hari Santri Nasional 2022
Pemerintahan Panjalu dipegang oleh R. Arya Kancana (bupati ke-3) yang terdapat pada episode IX. Sebagai patihnya yaitu Raden Kampuh Jaya yang berganti nama menjadi R. Guru Haji (episode X dan XII).
Pada masa pemerintahan R. Arya Kancana, daerah Panjalu semakin makmur dan sejahtera. Selama memerintah, R. Arya Kancana memiliki banyak anak, salah seorangnya bernama Sanghyang Teko.
Raden Arya Kancana pensiun dari jabatannya dan digantikan oleh putranya yang pertama, Sanghyang Teko (episode XIII).
Alur selanjutnya, pemerintahan Sanghyang Teko (bupati ke-4). Sanghyang Teko memiliki dua orang putra, Raden Dulang Kancana dan Raden Kadaliru.
Dikarenakan Sanghyang Teko wafat, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya yang pertama, R. Dulang Kancana (episode XIV).
Raden Dulang Kancana (bupati ke-5) memerintah di Panjalu menggantikan orang tuanya. Raden Dulang Kancana tidak lama menjabat sebagai Bupati Panjalu dikarenakan meninggal.
Baca Juga: Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pamarican, Bupati Ciamis Kembali Salurkan Bantuan
Selama memerintah R. Dulang Kancana tidak diceritakan memiliki putra. Dengan demikian pemerintahan dilanjutkan oleh adiknya, Raden Kadaliru (episode XV).
Artikel Terkait
Ikuti Prosesi Peringatan Kerajaan Galuh, Paramitha Rusady Ternyata Keturunan Darah Biru
Benda Pusaka Bertuah Di Indonesia, Nomor 8 Bisa Untuk Laku Jual Beli Tanah
Asal Usul Aksara Jawa Ternyata Dari Legenda Pusaka Aji Saka, Pendekar Sakti yang Memiliki Dua Ajudan
Ini 4 Benda Pusaka Milik Nyi Roro Kidul, Nomor 1 Digunakan Sunan Kalijaga Melawan Prabu Siliwangi
Dulu Menjadi Andalan Para Raja Nusantara, Senjata Pusaka ini Memiliki Kekuatan Tersembunyi
Bupati Ciamis Hadiri Upacara Adat Nyangku, Penyucian Benda-benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Panjalu