Target Jauh Panggang dari Api, Bulog Baru Salurkan 2,94% Beras SPHP, RI Terancam Rugi hingga 1 Juta Ton Membusuk

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:39 WIB
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat.  (X.com/PerumBULOG)
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat. (X.com/PerumBULOG)

 

Mediapriangan.com - Stok beras di gudang Perum Bulog kini menjadi sorotan serius. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, memperingatkan lambannya distribusi beras bisa membuat negara mengalami kerugian besar.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri, Selasa (19/8/2025), Tomsi menegaskan keterlambatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bukan hanya mendorong harga beras di pasaran, tetapi juga mengancam kualitas stok yang menumpuk di gudang.

“Kalau beras tidak disalurkan, atau disalurkan lambat, dampaknya harga beras jadi naik. Kita belum bisa menurunkannya,” kata Tomsi.

Baca Juga: Mentan Amran Tegaskan Beras Premium di Ritel Aman, Meski Kualitas Turun dan Harga Dinilai Terlalu Tinggi

Ia juga menekankan risiko kerugian akibat daya simpan beras yang terbatas. Jika terlalu lama tersimpan, beras bisa mengalami penurunan mutu bahkan tak layak konsumsi.

“Beras ini ada masa simpannya. Kalau kelamaan di gudang bisa rusak, harganya turun, bahkan harus dibuang. Itu jelas akan merugikan negara,” ujarnya.

Padahal, program SPHP yang dijalankan sejak Juli hingga Desember 2025 menargetkan penyaluran 1,3 juta ton. Dengan target itu, Bulog seharusnya menyalurkan 7.100 ton per hari atau 216 ribu ton per bulan.

Baca Juga: Waspadai Oplosan, Zulhas Perintahkan Operasi Pasar dan Salurkan 1,3 Juta Ton Beras, Masyarakat Tak Perlu Panik

Namun, data Bulog mencatat, realisasi penyaluran baru mencapai 38.111 ton atau hanya 2,94 persen dari target. Angka ini jauh di bawah kebutuhan minimal bulanan sebesar 16,5 persen.

“Kalau realisasi baru 2,94 persen dalam sebulan, itu artinya sangat jauh tertinggal,” tegas Tomsi.

Saat ini, distribusi per hari baru sekitar 1.200 ton, jauh di bawah target. Kondisi itu membuat lebih dari 80 persen stok beras SPHP berpotensi menumpuk di gudang.

Baca Juga: Viral Warga Landak Difoto Pegang 2 Karung Beras Bantuan, Tapi Hanya Terima 1 Saat Pulang ke Rumah

“Kalau sampai 80 persen beras tersimpan di gudang, sekitar 1 juta ton, maka kualitasnya bisa turun jadi apek, berjamur, atau terkena hama. Bahkan, beras tahun lalu bisa jadi harus dimusnahkan karena tidak layak konsumsi,” tukasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X