Harga Beras Makin Naik Meski Bulog Gencar Salurkan SPHP, Kemendagri Sebut Tahun Ini Anomali!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:37 WIB
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat. (X.com/PerumBULOG)
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat. (X.com/PerumBULOG)

Mediapriangan.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai ada kejanggalan dalam pergerakan harga beras di pasaran.

Meski program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog sudah berjalan sejak Juli 2025, harga beras justru belum terkendali.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa situasi kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Kucurkan Rp3,4 Triliun untuk PPN DTP Perumahan 2026, Target 40 Ribu Unit Rumah Bisa Terbeli

“Sejak 2022 sampai 2025, kita sudah terbiasa menyalurkan SPHP. Tapi baru tahun ini, meski sebulan dijalankan, harga tetap naik,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan lewat kanal YouTube Kemendagri, Selasa (19/8).

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya operasi pasar Bulog hanya butuh waktu dua pekan untuk menurunkan harga. Namun, pada tahun ini kondisi justru berbalik.

“Tahun lalu dua minggu saja harga langsung turun. Sekarang sudah sebulan jalan, bukannya turun malah naik,” tegas Tomsi.

Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Jalani Tes Medis di Manisa BBSK, Siap Jadi Andalan Tim Promosi Liga Voli Turki

Kemendagri pun meminta pemerintah daerah memperluas distribusi beras SPHP agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.

Program SPHP tahun 2025 dijadwalkan berlangsung Juli hingga Desember dengan total alokasi 1,3 juta ton beras.

Dari hitungan Kemendagri, distribusi idealnya mencapai 216 ribu ton per bulan atau sekitar 7.100 ton per hari.

Namun, data Perum Bulog menunjukkan realisasi penyaluran hingga pertengahan Agustus baru 38.811 ton atau 2,94 persen dari target.

Baca Juga: Target Jauh Panggang dari Api, Bulog Baru Salurkan 2,94% Beras SPHP, RI Terancam Rugi hingga 1 Juta Ton Membusuk

Dari jumlah itu, distribusi terbesar adalah ke pasar rakyat dengan 13.528 ton (34,86 persen), diikuti jalur instansi pemerintah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebesar 13.115 ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X