Mediapriangan.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai ada kejanggalan dalam pergerakan harga beras di pasaran.
Meski program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog sudah berjalan sejak Juli 2025, harga beras justru belum terkendali.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa situasi kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sejak 2022 sampai 2025, kita sudah terbiasa menyalurkan SPHP. Tapi baru tahun ini, meski sebulan dijalankan, harga tetap naik,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan lewat kanal YouTube Kemendagri, Selasa (19/8).
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya operasi pasar Bulog hanya butuh waktu dua pekan untuk menurunkan harga. Namun, pada tahun ini kondisi justru berbalik.
“Tahun lalu dua minggu saja harga langsung turun. Sekarang sudah sebulan jalan, bukannya turun malah naik,” tegas Tomsi.
Kemendagri pun meminta pemerintah daerah memperluas distribusi beras SPHP agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.
Program SPHP tahun 2025 dijadwalkan berlangsung Juli hingga Desember dengan total alokasi 1,3 juta ton beras.
Dari hitungan Kemendagri, distribusi idealnya mencapai 216 ribu ton per bulan atau sekitar 7.100 ton per hari.
Namun, data Perum Bulog menunjukkan realisasi penyaluran hingga pertengahan Agustus baru 38.811 ton atau 2,94 persen dari target.
Dari jumlah itu, distribusi terbesar adalah ke pasar rakyat dengan 13.528 ton (34,86 persen), diikuti jalur instansi pemerintah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebesar 13.115 ton.
Artikel Terkait
Mentan Amran Bongkar Modus Oplosan Beras, Rakyat Dirugikan! Nilainya Fantastis, Capai Rp99 Triliun per Tahun!
Skandal Beras Oplosan Merajalela, Polri Naikkan Status Kasus ke Penyidikan, Kerugian Capai Rp99 Triliun Setahun!
Viral Warga Landak Difoto Pegang 2 Karung Beras Bantuan, Tapi Hanya Terima 1 Saat Pulang ke Rumah
Waspadai Oplosan, Zulhas Perintahkan Operasi Pasar dan Salurkan 1,3 Juta Ton Beras, Masyarakat Tak Perlu Panik
Mentan Amran Tegaskan Beras Premium di Ritel Aman, Meski Kualitas Turun dan Harga Dinilai Terlalu Tinggi
Target Jauh Panggang dari Api, Bulog Baru Salurkan 2,94% Beras SPHP, RI Terancam Rugi hingga 1 Juta Ton Membusuk