Mediapriangan.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam menertibkan panti asuhan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang beroperasi tanpa izin resmi.
Menurut Gus Ipul, keberadaan lembaga tanpa registrasi dan akreditasi jelas merugikan anak-anak maupun warga binaan yang seharusnya mendapat perlindungan dan pelayanan yang layak.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa masih banyak panti dan LKS yang beroperasi tanpa status hukum yang jelas.
Bahkan, beberapa yang sudah memiliki akreditasi pun dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan sosial yang telah ditetapkan.
Karena itu, Kemensos bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan.
Langkah ini sekaligus memastikan seluruh lembaga sosial tercatat resmi serta memiliki legalitas hukum yang sah.
"Kita ingin memberikan satu sanksi kepada mereka-mereka yang tidak memiliki izin tapi mengoperasikan panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial," tegas Gus Ipul saat diwawancarai awak media, Minggu 24 Agustus 2025.
Ia menekankan, legalitas dan akreditasi merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi seluruh pengelola panti asuhan maupun LKS.
"Itu banyak yang belum terdaftar dan banyak juga yang belum terakreditasi," lanjutnya.
Selain soal legalitas, Mensos juga menyoroti praktik sejumlah lembaga sosial yang lebih sibuk menggalang donasi dibanding memberikan pelayanan optimal.
Artikel Terkait
Nafa Urbach Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Pernyataannya soal Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta Tuai Sorotan
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Minta Amnesti, Laode Syarief Tegaskan Noel Tidak Layak Diberikan untuk Kasus Korupsi
RI Menang Gugatan Biodiesel di WTO, Airlangga Desak Uni Eropa Cabut Bea Masuk yang Rugikan Eksportir
Bambang Pacul Sebut Prabowo Punya 'Semangat Korea', Singgung Amnesti dan Abolisi bagi Narapidana di Indonesia
Survei APJII 2025, Facebook Ditanggalkan, TikTok Kuasai Generasi Muda, YouTube Jadi Favorit Gen X dan Baby Boomers
Ekonom Goldman Sachs, Revolusi AI Jadi Peluang sekaligus Ancaman Nyata bagi Karier Generasi Z di Dunia Kerja