Hotman Paris Protes Bunga Turun, Tapi Strategi Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 Triliun ke Himbara Tuai Hasil

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 22 September 2025 | 20:24 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. ( Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. ( Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)

Dana Rp200 triliun dialokasikan ke beberapa bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta BSI Rp10 triliun. Penempatan dilakukan dalam bentuk deposito on call tanpa lelang dengan bunga 80,476 persen dari BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Menurut Purbaya, kebijakan ini juga bertujuan menekan praktik perang bunga antar bank.

“Bunga akan cenderung turun, itu akan berdampak dengan ekonomi, dengan itu sendiri. Bisa bunga pinjaman turun, bisa bunga deposito turun, yang jelas cost of money turun,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 15 September 2025.

Baca Juga: JAMAN Muda Laporkan Bupati Tasikmalaya ke KPK, Soroti Skandal Cut Off Anggaran

Dampak ke Ekonomi Riil

Dana likuiditas berlebih ini memberi bank lebih banyak ruang untuk menyalurkan kredit, termasuk ke koperasi desa atau program pemerintah lain. Jika digunakan untuk program prioritas, bunga yang dibebankan pemerintah hanya 2 persen, lebih rendah dari standar 4 persen.

“Jadi enggak ada lagi cost tambahan bagi Himbara. Kami instruksikan kalau mereka pakai untuk Koperasi Merah Putih, bunga yang kami charge lebih rendah,” jelas Purbaya.

Purbaya juga memastikan dana deposito pemerintah tidak akan ditarik dalam 6 bulan ke depan sehingga perbankan memiliki kepastian menyalurkan kredit.

Baca Juga: Demo Buruh 22 September, Desak RUU Ketenagakerjaan Disahkan, Tagih Janji Satgas PHK, DPR Janji Terima Aspirasi

Tak Ganggu Posisi Keuangan Negara

Menkeu Purbaya menegaskan, langkah ini tidak mengganggu posisi keuangan negara karena cadangan pemerintah di bank sentral masih sangat besar.

“Saya tidak harus terpaksa menarik dari perbankan dalam keadaan kepepet. Jadi win-win solution. Kalau mereka bisa salurin, ya salurkan. Kalau enggak bisa, ya ke situ (program pemerintah). Jadi mudah-mudahan, hampir pasti ekonomi berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Meski menimbulkan keluhan dari Hotman Paris, langkah Menkeu Purbaya dalam menyalurkan Rp200 triliun ke Himbara kini dinilai sebagai langkah agresif untuk mendorong kredit dan konsumsi di tengah perlambatan ekonomi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X