ESDM: Solusi Sementara hingga Akhir 2025
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa kolaborasi ini hanya bersifat sementara.
“Ini dilakukan adalah skema darurat jangka pendek, short term sampai akhir tahun ini. Nanti di tahun 2026, semua akan kembali ke kuotanya masing-masing,” kata Anggi.
Menurutnya, skema ini memastikan masyarakat tetap mendapat BBM meskipun stok SPBU swasta menipis.
“Ketika mereka, badan usaha swasta kehabisan stok, negara hadir untuk memberikan pelayanan masyarakat, badan usaha bisa tetap bertumbuh, bisnis tetap jalan,” ujarnya.
Mulai Oktober 2025, setiap SPBU swasta diminta mengajukan kebutuhan impornya untuk kuota tahun depan.
Selain itu, pemerintah dan SPBU swasta menyepakati tiga poin penting: pembelian base fuel dari Pertamina, pencampuran dilakukan di masing-masing perusahaan, serta penggunaan joint surveyor untuk memastikan kualitas dan harga tetap adil.
Kargo base fuel milik Pertamina yang baru tiba di Jakarta akan segera didistribusikan ke SPBU swasta, sehingga pasokan BBM dapat kembali normal dalam waktu dekat.***
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Angkat Bicara Soal Skandal Pertamax Oplosan, Singgung Spek BBM Pertamina hingga Usulan Proyek ke Prabowo!
DPR Soroti Skandal Pertamax Oplosan, Bahas Penentuan RON BBM hingga Panggil Pimpinan Industri Kendaraan Tanah Air
Mobil Matic atau Manual? Fakta Mengejutkan soal Hemat BBM dan Biaya Servis yang Jarang Diketahui!
4 Trik Hemat BBM Mobil Matic, dari Pilih Transmisi hingga Tekanan Ban, Nomor 2 Sering Diabaikan Pengemudi
Mobil Kecil Makin Dilirik, Hemat BBM dan Praktis, tapi Perlu Waspadai Keterbatasan Kabin dan Tenaga Mesin
Kekosongan BBM Teratasi, SPBU Swasta Sepakat Kolaborasi dengan Pertamina Ikuti 3 Syarat