Polemik BBM di SPBU Swasta, DPR Pastikan Bukan Monopoli, ESDM Sebut Kolaborasi Darurat dengan Pertamina

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 26 September 2025 | 13:13 WIB
Shell Indonesia, salah satu SPBU swasta yang masih merasakan kekosongan stok BBM dan setuju beli base fuel di Pertamina.  (Instagram/shell_indonesia)
Shell Indonesia, salah satu SPBU swasta yang masih merasakan kekosongan stok BBM dan setuju beli base fuel di Pertamina. (Instagram/shell_indonesia)

ESDM: Solusi Sementara hingga Akhir 2025

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa kolaborasi ini hanya bersifat sementara.

“Ini dilakukan adalah skema darurat jangka pendek, short term sampai akhir tahun ini. Nanti di tahun 2026, semua akan kembali ke kuotanya masing-masing,” kata Anggi.

Menurutnya, skema ini memastikan masyarakat tetap mendapat BBM meskipun stok SPBU swasta menipis.

“Ketika mereka, badan usaha swasta kehabisan stok, negara hadir untuk memberikan pelayanan masyarakat, badan usaha bisa tetap bertumbuh, bisnis tetap jalan,” ujarnya.

Baca Juga: PLN Kebanjiran Listrik, Rugi Rp 44 Triliun pada 2024, Ribuan Desa Masih Gelap dan Investor EBT Enggan Masuk

Mulai Oktober 2025, setiap SPBU swasta diminta mengajukan kebutuhan impornya untuk kuota tahun depan.

Selain itu, pemerintah dan SPBU swasta menyepakati tiga poin penting: pembelian base fuel dari Pertamina, pencampuran dilakukan di masing-masing perusahaan, serta penggunaan joint surveyor untuk memastikan kualitas dan harga tetap adil.

Kargo base fuel milik Pertamina yang baru tiba di Jakarta akan segera didistribusikan ke SPBU swasta, sehingga pasokan BBM dapat kembali normal dalam waktu dekat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X