Polemik Etanol 3,5 Persen di BBM Pertamina, Aman untuk Mobil Baru, Berisiko Karatan pada Mesin Lama?

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:26 WIB
Sejumlah SPBU swasta menolak menjual bahan bakar Pertamina karena spesifikasi dianggap tidak sesuai standar teknis.  (Foto: IADE-Michoko via Pixabay)
Sejumlah SPBU swasta menolak menjual bahan bakar Pertamina karena spesifikasi dianggap tidak sesuai standar teknis. (Foto: IADE-Michoko via Pixabay)

Namun, kendaraan lama menghadapi risiko berbeda. Mesin keluaran lama cenderung lebih rentan terhadap etanol karena bisa memicu korosi pada komponen logam, tangki, serta saluran bahan bakar. Performa kendaraan juga bisa terganggu bila kualitas campuran tidak stabil.

Untuk itu, para pengguna dianjurkan rutin mengecek tangki dan sistem bahan bakar bila memakai BBM bercampur etanol.

Pro dan Kontra

Pertamina menyatakan bahwa formula BBM mereka sudah sesuai standar internasional. Tetapi, perbedaan spesifikasi membuat sejumlah operator SPBU swasta memilih menunda penggunaan base fuel tersebut.

Baca Juga: Kolaborasi BBM Masih Buntu, VIVO dan BP-AKR Batalkan Beli Base Fuel Pertamina Gara-gara Kandungan Etanol

Meski menuai kontroversi, etanol sebenarnya menawarkan keunggulan lingkungan. Data US Department of Energy (2024) mencatat bioetanol mampu menekan emisi karbon hingga 30% dibandingkan bensin murni. Bagi Indonesia, hal ini sejalan dengan target net-zero emission 2060.

Waspada bagi Pemilik Mobil Lama

Secara umum, kendaraan modern tidak akan mengalami masalah berarti saat menggunakan BBM beretanol.

Namun, pemilik mobil lama tetap perlu waspada. Pengecekan berkala terhadap tangki, selang, dan komponen logam bisa menjadi langkah pencegahan agar mesin tidak mudah berkarat atau kehilangan performa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X