Dari Sumedang untuk Indonesia
Prof. Ojat menegaskan bahwa semangatnya berakar dari tanah kelahiran. Sumedang, yang dikenal sebagai daerah dengan tradisi pendidikan kuat, menjadi inspirasi bagi langkah pengabdiannya di tingkat nasional.
“Sebagai putra Sumedang, saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi bangsa. Apa yang saya pelajari dan alami sejak kecil di tanah kelahiran, saya jadikan semangat untuk menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh anak Indonesia,” ungkapnya.
Ia menutup dengan keyakinan bahwa program MBG dapat menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.***
Artikel Terkait
Kisruh Dapur MBG Panakkukang, Patokan Rp6.500 per Porsi Dinilai Tak Masuk Akal, Ratusan Siswa Kehilangan Hak Gizi
Liputan Kasus Keracunan MBG Ricuh, Wartawan Diduga Dianiaya Oknum Pegawai SPPG Pasar Rebo Jakarta Timur
Insentif Rp100 Ribu untuk Guru Penanggung Jawab, Strategi Baru Pemerintah Tutup Celah Distribusi MBG 2025
Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, BGN dan BPOM Tuding SPPG Langgar SOP hingga Tak Punya Sertifikat Sanitasi
Menu MBG Disorot, DPR Cecar BGN soal Kebijakan UPF yang Tak Konsisten: Dari Larangan hingga Aturan Beli Lokal
Mahfud MD Curhat, Cucunya Keracunan MBG, 8 Anak Satu Kelas Muntah-muntah, Evaluasi Program Jadi Mendesak