Kisah penuh keteguhan datang dari Syaiful Rosi Abdillah (13). Selama tiga hari terjebak di bawah beton, Rosi bertahan hidup tanpa makan dan minum, hanya berbekal doa dan dzikir.
“Kami minta tolong bareng-bareng, tapi nggak kedengaran. Baru jam 12 malam ada orang kampung datang bantuin,” ucap Rosi di ruang perawatan RSUD Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).
Rosi akhirnya selamat, meski harus kehilangan telapak kaki kanannya yang remuk tertimpa beton. Selama di bawah puing, ia terus membaca selawat dan istighfar, berharap ada pertolongan datang.
3. Syahlendra Haical: Tetap Salat di Tengah Reruntuhan
Kisah spiritual yang menyentuh datang dari Syahlendra Haical (13), atau akrab disapa Haikal. Dua hari terjebak di bawah reruntuhan, ia tetap berusaha menjalankan salat dalam posisi berbaring.
“Semuanya sakit,” kata Haikal lirih dari balik reruntuhan pada Selasa (30/9/2025).
Petugas sempat kesulitan mengevakuasi Haikal karena tubuhnya tertimpa beton di bagian pinggang.
Setelah berhasil diselamatkan pada Rabu sore, Haikal menceritakan bahwa ia sempat mengajak temannya salat bersama, namun sayang, temannya meninggal di sampingnya saat posisi sujud.
“Saat salat Subuh, temanku sudah tidak bersuara lagi,” tuturnya.
Cerita Haikal menjadi simbol keimanan dan keteguhan di tengah maut yang mengintai.
4. Al Fatih Cakra Buana: Baru Sadar Ponpes Ambruk Setelah Dievakuasi
Korban selamat lainnya, Al Fatih Cakra Buana (14), memiliki pengalaman berbeda. Ia baru sadar bangunan ambruk setelah dievakuasi oleh tim penyelamat.
Kisahnya pertama kali diungkap oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Artikel Terkait
Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, 26 Masih Hilang, Evakuasi Terus Dilakukan
Robohnya Gedung Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, 102 Korban Sudah Dievakuasi, 38 Orang Masih Dicari Tim SAR
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes
Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 66 Terjebak Reruntuhan, Tim SAR Hadapi Medan Sempit