Kisah Haru Korban Selamat Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Salat di Bawah Puing, Puasa 3 Hari, hingga Amputasi Tangan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 22:08 WIB
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo.   (X.com/@basarnas114yyk)
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. (X.com/@basarnas114yyk)

“Ternyata selama tiga hari tertidur. Ketika dievakuasi baru sadar ada gedung yang ambruk,” kata Khofifah di Sidoarjo, Jumat (3/9/2025).

Fatih mengira dirinya hanya tertidur dan bermimpi.

“Seperti tertidur pulas, lalu mimpi minum pakai selang. Rasanya nyata banget. Seperti jalan-jalan di tempat gelap,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia selamat karena tubuhnya tertutup tumpukan pasir yang melindungi dari hantaman material berat.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes

Doa dan Duka yang Tak Terlupakan

Insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny menjadi tragedi yang menyentuh hati banyak orang. Para santri yang selamat membawa kisah luar biasa tentang iman, perjuangan, dan harapan di tengah reruntuhan.

Masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Timur, terus mengirimkan doa bagi para korban dan keluarga. Sementara itu, Tim SAR Gabungan, Basarnas, dan tenaga medis yang terlibat di lapangan diapresiasi atas dedikasi dan keberanian mereka.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan bangunan pendidikan, sekaligus menjadi kisah kemanusiaan yang menggetarkan nurani. Dari reruntuhan beton, muncul kisah iman yang tak runtuh. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X