“Ternyata selama tiga hari tertidur. Ketika dievakuasi baru sadar ada gedung yang ambruk,” kata Khofifah di Sidoarjo, Jumat (3/9/2025).
Fatih mengira dirinya hanya tertidur dan bermimpi.
“Seperti tertidur pulas, lalu mimpi minum pakai selang. Rasanya nyata banget. Seperti jalan-jalan di tempat gelap,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia selamat karena tubuhnya tertutup tumpukan pasir yang melindungi dari hantaman material berat.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes
Doa dan Duka yang Tak Terlupakan
Insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny menjadi tragedi yang menyentuh hati banyak orang. Para santri yang selamat membawa kisah luar biasa tentang iman, perjuangan, dan harapan di tengah reruntuhan.
Masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Timur, terus mengirimkan doa bagi para korban dan keluarga. Sementara itu, Tim SAR Gabungan, Basarnas, dan tenaga medis yang terlibat di lapangan diapresiasi atas dedikasi dan keberanian mereka.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan bangunan pendidikan, sekaligus menjadi kisah kemanusiaan yang menggetarkan nurani. Dari reruntuhan beton, muncul kisah iman yang tak runtuh. ***
Artikel Terkait
Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, 26 Masih Hilang, Evakuasi Terus Dilakukan
Robohnya Gedung Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, 102 Korban Sudah Dievakuasi, 38 Orang Masih Dicari Tim SAR
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes
Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 66 Terjebak Reruntuhan, Tim SAR Hadapi Medan Sempit