Awal Mula Ucapan Janji Insentif
Sebelumnya, Nanik S. Deyang memang sempat menyampaikan gagasan terkait insentif Rp5 juta bagi SPPG yang berhasil membuat konten positif dan viral tentang MBG. Ia menjelaskan bahwa langkah itu bertujuan mendorong pelaksana daerah melawan maraknya hoaks yang menyesatkan publik.
“Kita tidak boleh kalah cepat dari hoaks. Kareg dan Korwil harus jadi sumber informasi resmi, dan cepat mengklarifikasi isu di lapangan,” ucap Nanik.
Ia menilai masih banyak konten negatif karena respons pelaksana daerah yang belum optimal.
“Setiap Kareg dan Korwil harus menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi akurat dan edukatif kepada publik,” imbuhnya.
Nanik juga menekankan pentingnya membangun narasi gizi yang menggugah optimisme masyarakat.
“Kami ingin setiap Kareg dan Korwil bukan hanya menjalankan tugas administratif, tapi juga mampu mengemas pesan gizi menjadi narasi yang menggerakkan dan membangun optimisme publik,” paparnya.
Meski kini telah diklarifikasi sebagai candaan, pernyataan itu sempat menimbulkan perbincangan di kalangan pelaksana program daerah. Namun, BGN berharap isu ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kreativitas dalam penyebaran informasi publik tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) secara transparan dan bertanggung jawab.***
Artikel Terkait
Menu MBG Disorot, DPR Cecar BGN soal Kebijakan UPF yang Tak Konsisten: Dari Larangan hingga Aturan Beli Lokal
Mahfud MD Curhat, Cucunya Keracunan MBG, 8 Anak Satu Kelas Muntah-muntah, Evaluasi Program Jadi Mendesak
Komisi IX DPR Kritik Program MBG, Target Penerima Manfaat Belum Tepat, Kasus Keracunan Masih Jadi Sorotan
Kasus Keracunan MBG Marak, Kemenkes Terapkan Sistem Laporan Seperti COVID-19 dan Awasi Program dari Eksternal
Pemerintah Perketat Standar Dapur MBG, Wajib Sertifikasi SLHS, HACCP hingga Jaminan Halal
Luhut Pandjaitan Ingatkan Menkeu Purbaya soal Anggaran MBG, Penyerapan Sudah Baik, Tidak Perlu Tarik Dana