Presiden Prabowo Soroti Modus Baru Kartel Narkoba, Ungkap Kapal Selam hingga PR Rehabilitasi Pecandu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:34 WIB
Presiden Prabowo saat hadir dalam pemusnahan 214,82 ton narkoba dan beri pesa soal rehabilitasi hingga pemberantasan kartel.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat hadir dalam pemusnahan 214,82 ton narkoba dan beri pesa soal rehabilitasi hingga pemberantasan kartel. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Baca Juga: Fariz RM Dituntut 6 Tahun Penjara karena Narkoba, Kuasa Hukum: Kenapa Pengguna Dituntut Layaknya Pengedar?

Koordinasi TNI-Polri Diperkuat

Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar seluruh aparat penegak hukum memperkuat sinergi lintas lembaga dalam upaya pemberantasan kartel narkoba.

“Jadi polisi harus lebih sigap, kompak, kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, semua, semua lembaga kita harus jadi satu tim,” ujarnya.

“Saya selalu katakan kita harus kerja dengan teamwork. Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps merah putih, korps NKRI,” tambah Prabowo.

Baca Juga: Gudang Narkoba di Medan Digerebek Polisi, Bongkar Jaringan Thailand, Sita 26 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

PR Besar Rehabilitasi Pecandu

Selain memerangi peredaran, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya pembenahan sistem rehabilitasi bagi pengguna narkoba di Indonesia. Ia membandingkan dengan negara lain yang mengambil langkah ekstrem dalam penanganan kasus narkoba.

“Ada presiden-presiden negara lain yang ambil tindakan drastis, dia nembak di tempat siapapun yang pegang narkoba, akibatnya anak-anak yang mungkin korban malah ditembak mati,” ujarnya.

“Kita masih ada upaya rehabilitasi dan sebagainya, tapi ini menjadi PR bagi kita sekarang,” lanjutnya.

Menurut Presiden Prabowo, sistem rehabilitasi di Indonesia harus dilakukan secara lebih teliti dan efektif agar benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Tapi saya terima kasih semua lembaga yang sudah menjalankan rehabilitasi ini, tapi ini tidak mungkin kalau tidak bersama-sama kita lakukan melalui semua lembaga pendidikan, termasuk pendidikan agama,” jelasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X