Pemerintah Bahas Diskon Tarif Tol Nataru 2026, Menteri PU Akui Negosiasi dengan BUJT Masih Alot

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 2 November 2025 | 07:54 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo sebut pembahasan Diskon Tarif Tol untuk Nataru 2026 dan Idul Fitri masih berlangsung alot dengan BUJT.   (YouTubeKementerian PU)
Menteri PU Dody Hanggodo sebut pembahasan Diskon Tarif Tol untuk Nataru 2026 dan Idul Fitri masih berlangsung alot dengan BUJT. (YouTubeKementerian PU)

 

Mediapriangan.com - Pemerintah tengah membahas kemungkinan pemberian Diskon Tarif Tol menjelang perayaan Nataru 2026. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, diskusi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah dimulai dengan harapan potongan tarif dapat kembali diberlakukan seperti tahun sebelumnya.

Dody menjelaskan, pembahasan kali ini tidak hanya fokus pada masa libur Natal dan Tahun Baru, tetapi juga menyangkut arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, mengingat keduanya berjarak cukup dekat.

“Kita sudah mulai diskusi dengan Badan Usaha Jalan Tol supaya mereka berkenan lagi untuk memberikan diskon sesuai seperti tahun lalu, 20 persen lah kalau nggak salah,” ujar Dody dalam konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Jumat 31 Oktober 2025.

Ia menambahkan, “Jadi kita lagi diskusi terus ini. Karena kan kita tidak hanya bicara Nataru, tapi juga saya harus bicara Idul Fitri, karena kan mereka deketan nih.”

Baca Juga: Kopdar Bertema Bergerak Bersama, JNE Tasikmalaya Ajak Media Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Positif

Diskusi Alot dengan BUJT

Menurut Menteri PU, pembicaraan mengenai Diskon Tarif Tol kerap berjalan alot karena menyangkut potensi penurunan pendapatan bagi pengelola tol. Namun, pemerintah menilai langkah ini penting untuk kepentingan nasional dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

“Walaupun ya, kalau di kami kan jalan tol ini kan menggerus keuntungan mereka. Jadi diskusinya agak sedikit alot. Tapi kalau sudah demi Merah Putih biasanya mereka bersedia,” ucap Dody.

Diskon tarif dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatur arus lalu lintas, terutama di periode padat seperti Nataru 2026 dan Idul Fitri 2026. Potongan harga diharapkan mampu menyebar waktu perjalanan masyarakat agar kemacetan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Mahasiswa Jabar Teguhkan Peran Strategis dalam Temu Daerah VI BEM Nusantara di Cipasung Tasikmalaya

Strategi Kurangi Kemacetan

Dody menyebut pemberian diskon juga menjadi instrumen penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalan tol.

“Apalagi kalau kemudian numpuk semua, kan juga jadi macet total, jadi masalah baru bagi pemilik tolnya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X