Lebih lanjut, David menegaskan bahwa Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi merupakan bendungan kering dry dam yang memiliki karakteristik khusus. Konsep ini berbeda dengan bendungan konvensional yang selalu menampung air.
"Jadi ini fungsi bendungan kering, jadi bukan kok ini kemudian gak berfungsi bendungannya, tapi sifat bendungan kering ya begitu," tutur David.
"Airnya akan tertampung banyak jika debitnya melebihi kapasitas yang masuk pintu airnya," lanjutnya.
Sebagai informasi, Bendungan Ciawi memiliki kapasitas tampung 6,05 juta meter kubik dengan luas genangan 39,4 hektare. Adapun Bendungan Sukamahi memiliki kapasitas tampung 1,68 juta meter kubik dan luas genangan 10,02 hektare.
Dengan kemampuan tersebut, Kementerian PU menilai Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi semakin memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta dan menjadi infrastruktur strategis dalam mengurangi dampak bencana di wilayah ibu kota.***
Artikel Terkait
Update Pemulihan Bencana Sumatera, Pemerintah Kerahkan Kekuatan Nasional dan Terima Dukungan Malaysia
Jersey Kontingen Indonesia SEA Games 2025 Resmi Dirilis, Angkat Motif Toraja dan Dukung Penanggulangan Bencana
DPR Soroti Penanganan Bencana Sumatera, Metode Bantuan Udara Dipertanyakan demi Efektivitas dan Etika
JNE Buka Program Gratis Ongkir Bantuan Bencana, Ajak Publik Bergerak Bersama untuk Aceh Sumut Sumbar
BNPB Tegaskan Empati Nasional dalam Penanganan Bencana Sumatera, Gotong Royong Daerah Mengalir Deras
Kontroversi 3 Bupati Aceh Menguat, Penanganan Bencana Picu Perbedaan Sikap Wamendagri dan Gubernur Mualem
JNE Distribusikan Lebih dari 500 Ton Bantuan #TemanJNE untuk Korban Bencana Sumatera
Kisah Pengungsi Bencana Banjir Bandang Aceh Tamiang, Seorang Ibu Mengaku Tak Butuh Uang Usai Kehilangan Rumah
Justin Barki Donasikan Medali Emas SEA Games 2025, Donasi Korban Bencana Sumut Jadi Mimpi Pribadi
Arie Untung Jadi Saksi Tak Terduga, Pasangan di Aceh Tamiang Gelar Pernikahan di Pengungsian Bencana