Mens Rea Pandji Pragiwaksono Disorot, Kalimat Menurut Keyakinan Saya Jadi Perbincangan Publik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:31 WIB
Mens Rea Pandji Pragiwaksono viral di Netflix, penggunaan frasa menurut keyakinan saya ramai dibahas publik.   (Instagramj/pandji.pragiwaksono)
Mens Rea Pandji Pragiwaksono viral di Netflix, penggunaan frasa menurut keyakinan saya ramai dibahas publik. (Instagramj/pandji.pragiwaksono)

"Ya, kayak orang ngantuk dia, menurut keyakinan saya," tegasnya.

Pandji Pragiwaksono kemudian mengungkap bahwa penggunaan frasa menurut keyakinan saya dalam Mens Rea terinspirasi dari saran aktivis hak asasi manusia Haris Azhar.

Baca Juga: Proliga 2026 Hari Kedua Seri Pontianak, Bandung BJB Tandamata Tekuk Jakarta Livin Mandiri, Klasemen Berubah Drastis

Menurut Pandji Pragiwaksono, tips tersebut ia pegang agar aman saat menyampaikan pandangan kontroversial dalam Mens Rea.

“Dia (Haris Azhar) bilang 'hati-hati Mas Pandji ngomong politik, hati-hati. Nanti kena kasus,' Saya sudah megang tips," ungkapnya.

"Tips ini saya pegang pemberian dari Haris Azhar. Kontroversial, saya tahu orang ini,” ujar Pandji.

Baca Juga: Comeback Dramatis Proliga 2026, Megawati Bawa Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile

Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa Haris Azhar menyarankan agar setiap kritik tajam diawali dengan pernyataan subjektif.

Dalam konteks Mens Rea, frasa menurut keyakinan saya dianggap sebagai pembuka yang menegaskan opini pribadi Pandji Pragiwaksono.

“Jadi Haris Azhar bilang, 'Pandji kalau Anda mau ngomong sesuatu yang kontroversial, terlebih dahulu buka dulu dengan sebuah pernyataan', gitu," tuturnya.

Baca Juga: Lestarikan Alam, Pemkot Tasikmalaya Gelar Jumat Menanam Bersama Dinas Kehutanan Jawa Barat

“Kalimat tersebut adalah, 'menurut keyakinan saya', kalau Anda ngomong apa pun diawali dengan itu, orang nggak bisa mendebat," jelas Pandji.

Frasa menurut keyakinan saya dalam Mens Rea juga mendapat perhatian dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai penggunaan frasa tersebut oleh Pandji Pragiwaksono dapat menggeser pernyataan dari dugaan fitnah menjadi opini subjektif.

Baca Juga: Tak Lagi Numpang di Depo Ikan, Damkar Kota Tasikmalaya Akhirnya Miliki Gedung Baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X