Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Mens Rea dan Laporan Polisi, Dari Kritik Komedi hingga Dampak ke Rekan Komika

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 3 Februari 2026 | 09:27 WIB
Pandji Pragiwaksono merespons kontroversi Mens Rea dan laporan polisi, menilai materinya murni komedi dan kritik sosial.     (Instagram.com/@panji.pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono merespons kontroversi Mens Rea dan laporan polisi, menilai materinya murni komedi dan kritik sosial. (Instagram.com/@panji.pragiwaksono)

 

 

Mediapriangan.com - Sorotan publik terhadap Pandji Pragiwaksono kembali menguat setelah muncul kabar adanya laporan polisi terkait materi stand up comedy dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial seiring beredarnya potongan materi komedi yang dinilai kontroversial oleh sebagian pihak.

Alih-alih diam, Pandji Pragiwaksono akhirnya angkat bicara mengenai laporan polisi yang diarahkan kepadanya. Ia menyampaikan klarifikasi tersebut saat berbincang dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam perbincangan itu, pembahasan soal Mens Rea menjadi topik utama. Mulanya, Denny Sumargo menanyakan jumlah laporan yang masuk pasca viralnya materi Mens Rea. "Sepuluh katanya, sepuluh totalnya," ujar Denny.

Baca Juga: Sorotan Kasus Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting Tegaskan Batas Komedi soal Penistaan Agama

Menanggapi hal tersebut, Pandji Pragiwaksono mengungkapkan bahwa laporan yang muncul berkaitan dengan dua isu utama, yakni tuduhan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan dugaan penistaan agama.

Ia mengaku terkejut karena menganggap materi dalam Mens Rea disampaikan dalam konteks komedi, bukan ujaran kebencian.

"Kaget sih sejujurnya. Karena saya kan memantau betapa riuhnya ini. Maksud saya, ini kan hanya bercanda, ini kan komedi," ungkap Panji.

Baca Juga: Polemik Laporan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono, Mahfud MD Nilai Sulit Diproses Hukum

Terkait tuduhan penghinaan fisik, Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa materi tersebut berangkat dari pengamatan situasi manusiawi, bukan serangan personal. Ia mempertanyakan letak kesalahan dari penyebutan kondisi mengantuk yang bisa dialami siapa saja.

"Saya tanya, kamu pernah ngantuk enggak? Pak Gibran pernah ngantuk? Pernah. Yang saya bicarakan berarti yang lagi ngantuk. Salahnya di mana?" jelas Panji.

Sementara untuk tuduhan penistaan agama dalam Mens Rea, Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak menjadikan ibadah sebagai bahan olok-olok. Ia menyebut materi tersebut sebagai kritik sosial agar publik tidak menilai pemimpin hanya dari tampilan kesalehan ritual.

Baca Juga: Abraham Samad Soroti Laporan atas Pandji Pragiwaksono, Kasus Show Mens Rea Dinilai Janggal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X