JAKARTA, Mediapriangan.com - Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai peran negara-negara besar dalam upaya perdamaian global. Di tengah situasi tersebut, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti keberadaan Board of Peace atau BoP yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sorotan itu muncul setelah pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026.
Serangan yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta dibalas dengan rentetan serangan rudal, membuat ketegangan semakin meluas hingga berdampak pada kawasan sekitar, termasuk penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap sejumlah fasilitas di negara-negara Arab.
Baca Juga: Dulu Dianggap Ramalan, Ceramah Cak Nun 2012 Ini Kini Dikaitkan dengan Perang Israel Iran
Dalam konteks tersebut, keberadaan Board of Peace kembali menjadi perhatian publik, terutama terkait posisi dan arah kebijakan Amerika Serikat dalam dinamika konflik global. Mahfud MD menilai Indonesia perlu bersikap hati-hati dan tetap berpegang pada prinsip dasar diplomasi nasional.
Menurut Mahfud, sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah menetapkan politik bebas aktif sebagai landasan utama hubungan luar negeri. Prinsip ini menegaskan bahwa Indonesia tidak berpihak pada kekuatan mana pun, namun tetap aktif mendorong perdamaian dunia.
"Pertama iya sejak awal kemerdekaan itu kalau sikap (politik luar negeri) Indonesia tuh kan sudah bebas aktif," kata Mahfud dalam siniar YouTube Mahfud MD Official, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca Juga: Evan Haydar Cemas Perang Israel Iran Meluas, WNI di Jerman Serius Pertimbangkan Pulang ke Indonesia
"Artinya bebas, tidak terikat pada satu kekuatan manapun, tetapi aktif untuk membangun perdamaian dunia. Kan itu sejak awal," sambungnya.
Mahfud juga mengingatkan bahwa sejarah diplomasi Indonesia menunjukkan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menilai hal tersebut sejalan dengan semangat politik bebas aktif yang diwariskan sejak era awal republik.
"Bung Karno itu mendukung Palestina. Karena apa? Kemerdekaan Indonesia itu ya di awal-awalnya kan didukung oleh Mesir, Liga Arab, Palestina dan sebagainya," ungkapnya.
Baca Juga: IRIB Diretas, Siaran TV Iran Tiba-tiba Tampilkan Pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Dalam pandangannya, Indonesia perlu mempertimbangkan kembali keterlibatan dalam Board of Peace. Ia menilai setiap kerja sama internasional harus dikaji secara menyeluruh, terutama jika dinilai berpotensi menimbulkan dampak yang tidak sejalan dengan prinsip nasional.
"Menurut saya memang perlu dipertimbangkan kelanjutan keterlibatan Indonesia di dalam BoP," sebut Mahfud.
Artikel Terkait
Iran Pastikan Tak Ada Radiasi Usai Fasilitas Nuklir Diserang AS, Warga Diminta Tenang dan Tetap Beraktivitas
WNI Ungkap Momen Mencekam di Teheran Saat Perang Iran-Israel, Setiap Malam Ada Serangan, Komunikasi Terputus!
Kemlu Kebut Pemulangan 68 WNI dari Iran, Belasan Masih Terjebak di Qatar Akibat Bandara Ditutup Mendadak
Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!
Timnas Indonesia Taklukkan Rasa Minder di AFC Futsal 2026, Coach Justin Ungkap Fakta Ngerinya Dominasi Iran
Perang Israel Iran Picu Penerbangan Timur Tengah Lumpuh, Bandara Dubai dan Madinah Ditutup