Nyak Sandang Wafat, Pemuda yang Rela Jual Tanah Demi Beli Pesawat RI Pertama Seulawah RI-001 Untuk Negara

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Rabu, 8 April 2026 | 10:11 WIB
Rest in Power, Legend! Nyak Sandang, sosok penyumbang pesawat RI pertama Seulawah RI-001 wafat pada usia 100 tahun di Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026). (Instagram/tercyduk.aceh)
Rest in Power, Legend! Nyak Sandang, sosok penyumbang pesawat RI pertama Seulawah RI-001 wafat pada usia 100 tahun di Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026). (Instagram/tercyduk.aceh)

 

ACEH, Mediapriangan.com - Indonesia baru saja kehilangan "saham" sejarah terbesarnya. Nyak Sandang, sosok pemuda yang di masa mudanya rela jatuh miskin demi membelikan negara sebuah pesawat terbang, dikabarkan telah menghembuskan napas terakhir pada usia 100 tahun di Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026).

Mungkin banyak generasi masa kini yang belum mengenal namanya, namun tanpa jasa Nyak Sandang, sejarah kedirgantaraan Indonesia tidak akan pernah dimulai.

Beliau adalah orang di balik layar yang memungkinkan Seulawah RI-001, pesawat sipil pertama milik Indonesia, bisa mengudara di tengah himpitan ekonomi pasca-kemerdekaan.

Baca Juga: Adu Banteng di Mejayan, Bus Ini Dihantam Truk Hingga Terlempar ke Rumah Warga, Sopir Terjepit!

Kabar duka ini segera memicu gelombang rasa hormat di jagat maya.

"Kabar duka menyelimuti keluarga Nyak Sandang, kakek penyumbang pembelian pesawat RI pertama, Seulawah RI-001, itu meninggal dunia siang tadi," tulis postingan Instagram @tercyduk.aceh, pada hari yang sama.

Bayangkan, di usia yang baru 23 tahun, Nyak Sandang tidak menggunakan uangnya untuk bersenang-senang. Saat Bung Karno datang ke Aceh pada 1948 untuk menggalang dana karena kas negara kosong akibat blokade Belanda, tokoh asal Aceh ini justru melakukan pengorbanan ekstrem.

Baca Juga: Final Four Proliga 2026, Intip Persiapan Jakarta Pertamina Enduro Jelang Duel Krusial di Seri Solo

Nyak Sandang menjual sepetak tanah warisan ayahnya yang berisi 40 pohon kelapa dan menyerahkan seluruh hasilnya, ditambah 10 gram emas, kepada pemerintah.

Berkat modal dari rakyat kecil seperti inilah, Indonesia akhirnya memiliki Seulawah RI-001.

Pesawat ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan senjata diplomasi yang membawa Wakil Presiden Mohammad Hatta menembus blokade untuk mempertahankan kedaulatan RI di mata dunia.

Pemerintah sendiri telah menyematkan Bintang Jasa Utama kepada beliau pada 2025 lalu sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum ia menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X