"Akhirnya waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks dari video-video lama saya yang dijahit," terang Uya Kuya menjelaskan latar belakang ketakutannya.
Ia menambahkan bahwa narasi yang dibangun seringkali memanipulasi fakta lama yang dipadukan dengan teks provokatif.
"Dikasih tambahan tulisan-tulisan dulu apa Rp6 juta per bulan, apa segala macam," tambahnya.
Melalui laporan yang teregistrasi dengan nomor LP/B/2746/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, Uya Kuya berharap kepolisian segera menindak tegas para terduga pelaku hoaks.
Ia tidak ingin diam karena dampak dari informasi palsu tersebut bisa memicu aksi kriminal nyata di lapangan seperti insiden penjarahan sebelumnya.
"Itu kan bukan omongan saya, saya enggak pernah ngomong begitu. Tapi itu diproduksi secara masif dan orang percaya itu saya," tegas Uya.
Dengan melaporkan berbagai akun dari platform Instagram, Threads, hingga X, ia menutup pernyataannya dengan sikap yang sangat tegas.
"Jadi sekarang saya enggak mau tinggal diam lagi. Mau enggak mau saya laporkan. Iya, saya laporkan ke Polda Metro Jaya di tim cyber Polda Metro Jaya pada Sabtu malam kemarin," tandasnya.***
Artikel Terkait
Buntut Aksi Ugal-ugalan di Tol Purbaleunyi, Sopir Mobil Travel PT Bhinneka Sangkuriang Kena Tilang
Misteri Siswa SD Terjatuh di Pasar Serangan Bali, Tokoh Adat Gelar Ritual Usai Korban Jatuh dari Ketinggian 8 Meter
Siswa SMP di Sumedang Terpaksa Berhenti Sekolah demi Bantu Ortu Jualan, Rekan Sekelas Tag Gubernur Dedi Mulyadi
Kunker Wapres Gibran ke Nabire Diwarnai Sorotan Menu MBG yang Mendadak Mewah dengan Sajian Rendang
Bupati Tasikmalaya Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Dongkrak IPM hingga Angka 70,76
Bupati Tasikmalaya Dongkrak Kepercayaan Publik, Instruksikan Tirta Sukapura Prioritaskan Kualitas Pelayanan