BGN Kaji MBG Berbasis Kantin Sekolah, Wacana Lama yang Kembali Mencuat di Era Nanik S Deyang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:09 WIB
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.  (Dok. BGN)
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Wacana penerapan MBG berbasis kantin sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah disampaikan oleh Kepala BGN, Nanik S. Deyang.

Gagasan tersebut muncul sebagai salah satu alternatif untuk mendukung keberlanjutan program MBG sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Di tengah upaya memperluas jangkauan program MBG, BGN kini mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia di lingkungan pendidikan.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menjadikan kantin sekolah sebagai bagian dari sistem distribusi makanan bergizi bagi siswa.

Baca Juga: Nasib Dadan Hindayana Berubah dalam 72 Jam, Pulang Haji, Dicopot dari BGN, Lalu Jadi Tersangka Korupsi

Menurut Nanik S. Deyang, pendekatan tersebut bertujuan untuk mengurangi kebutuhan pembangunan infrastruktur baru tanpa mengurangi kualitas layanan maupun sasaran penerima manfaat program MBG.

"Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN," kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Nanik menegaskan bahwa BGN tidak ingin selalu mengandalkan pembangunan dapur baru untuk mendukung distribusi program MBG di berbagai daerah.

"Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya," tegasnya.

Baca Juga: Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kebijakan BGN yang Pernah Memicu Polemik Kembali Disorot

"Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah," ungkap Nanik.

Meski kembali menjadi perbincangan, gagasan MBG berbasis kantin sekolah sebenarnya bukan hal baru. Wacana serupa pernah mencuat pada 2025 ketika program MBG mendapat sorotan menyusul sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa wilayah.

Saat itu, sejumlah kalangan menilai pelibatan kantin sekolah dapat menjadi alternatif untuk memperpendek rantai distribusi makanan sekaligus meningkatkan pengawasan kualitas menu yang diterima siswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X