BGN Kaji MBG Berbasis Kantin Sekolah, Wacana Lama yang Kembali Mencuat di Era Nanik S Deyang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:09 WIB
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.  (Dok. BGN)
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, pernah menjelaskan bahwa program school meal Jepang tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan.

"Program school meal di Jepang diposisikan sebagai bagian integral dari pendidikan, sekaligus mencakup pengelolaan dan operasional yang komprehensif," kata Takeda dalam Seminar Shokuiku pada Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Kepala BGN Sebut Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi Program MBG Hanya Pengandaian demi Hindari Lonjakan Harga Pangan

Menurutnya, pengelolaan school meal Jepang mencakup berbagai aspek mulai dari penyusunan menu, kebersihan, distribusi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat.

"(Hal itu) mulai dari penyusunan menu, manajemen kebersihan, distribusi, hingga pengembangan kapasitas," sambungnya.

Meski demikian, Takeda menegaskan bahwa sistem school meal Jepang tidak bisa serta-merta diterapkan secara identik di negara lain karena setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.

"Program school meal bukanlah model yang seragam untuk diterapkan secara langsung," terangnya.

"Melainkan inisiatif yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan konteks masing-masing negara dan wilayah," tukas Takeda.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X