BGN Kaji MBG Berbasis Kantin Sekolah, Wacana Lama yang Kembali Mencuat di Era Nanik S Deyang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:09 WIB
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.  (Dok. BGN)
Mengintip sejumlah poin pidato Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

Baca Juga: DPR Soroti Kinerja Nanik S Deyang, Dinilai Tepat Memimpin BGN Usai Pergantian Kepala BGN

Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, termasuk salah satu tokoh yang pernah mengusulkan pemanfaatan kantin sekolah dalam program MBG. Menurutnya, model serupa telah diterapkan di sejumlah negara dan layak dipertimbangkan di Indonesia.

"Bebannya terlalu berat kalau 3.000, disesuaikan saja 1.000," kata Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada September 2025 lalu.

"Atau, pemerintah dalam hal ini mengambil posisi yang ekstrem, langsung dapur MBG di sekolah-sekolah," sambungnya.

Baca Juga: DPR Apresiasi Evaluasi BGN oleh Prabowo Subianto, Pergantian Kepala BGN Dinilai Respons Aspirasi Publik

Said menilai sistem tersebut berpotensi membuat pengawasan makanan menjadi lebih mudah karena cakupan distribusinya lebih terbatas dan terfokus pada lingkungan sekolah.

"Cakupannya (dapur) hanya di sekolah itu saja, itu akan lebih luar biasa," beber Said.

Dukungan terhadap pelibatan kantin sekolah juga pernah disampaikan Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai penggunaan kantin sekolah tidak akan menghilangkan fungsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG.

"Justru saya merasa sepertinya harus seperti itu (gunakan kantin sebagai dapur untuk salurkan MBG)," kata Hetifah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada September 2025.

Baca Juga: Program MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelayanan

Menurut Hetifah, skema tersebut dapat diterapkan terutama pada sekolah yang berada jauh dari dapur utama atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sehingga distribusi makanan menjadi lebih efektif.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua sekolah dapat langsung menjalankan program tersebut. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.

"Jadi itu ada beberapa sekolah yang punya praktik baik. Nah kita lihat gitu kok bisa dia bagus nah jadi persyaratannya," jelas Hetifah.

Baca Juga: Prabowo Subianto Rombak BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin Program MBG ke Tahap Berikutnya

Menariknya, konsep MBG berbasis kantin sekolah yang kini dibahas BGN juga kerap dibandingkan dengan sistem school meal Jepang yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X