Motor Listrik SPPG Rp1 Triliun Jadi Sorotan Usai Kasus Dadan Hindayana, Ribuan Unit Masih di Gudang Bogor

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 7 Juni 2026 | 15:58 WIB
Menyoroti penampakan ribuan unit motor listrik SPPG dalam pengadaan BGN senilai Rp1 triliun yang masih tersimpan di gudang Bogor, Jawa Barat.  (Instagram.com / @liputancikarang - @depok24jam)
Menyoroti penampakan ribuan unit motor listrik SPPG dalam pengadaan BGN senilai Rp1 triliun yang masih tersimpan di gudang Bogor, Jawa Barat. (Instagram.com / @liputancikarang - @depok24jam)

Dari dokumentasi yang beredar, kendaraan operasional itu terdiri atas beberapa model, mulai dari skuter matik hingga motor trail. Seluruh unit terlihat berjajar rapi dan belum menunjukkan aktivitas distribusi dalam skala besar.

Berdasarkan laporan yang beredar, jumlah kendaraan yang tersimpan di gudang Bogor bahkan terlihat lebih banyak dibandingkan kondisi beberapa bulan sebelumnya. Sebagian unit kini terlihat memenuhi area luar gudang hingga halaman depan lokasi penyimpanan.

Di sekitar kawasan tersebut juga terlihat kendaraan kontainer yang terparkir di area pergudangan. Meski gerbang lokasi terbuka, aktivitas operasional terpantau minim dan belum terlihat adanya pergerakan distribusi yang signifikan.

Baca Juga: DPR Soroti Kinerja Nanik S Deyang, Dinilai Tepat Memimpin BGN Usai Pergantian Kepala BGN

Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait status penyimpanan maupun jadwal penyaluran motor listrik SPPG tersebut kepada para penerima manfaat di berbagai daerah.

Sorotan terhadap pengadaan motor listrik ini bukan kali pertama muncul. Pada April 2026, saat masih menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana pernah memberikan penjelasan mengenai pengadaan kendaraan tersebut.

Menurut Dadan, harga pembelian kendaraan berada di bawah harga pasar sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan harga umum yang berlaku saat itu.

Baca Juga: DPR Apresiasi Evaluasi BGN oleh Prabowo Subianto, Pergantian Kepala BGN Dinilai Respons Aspirasi Publik

"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada April 2026 lalu.

Saat itu, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik SPPG merupakan bagian dari dukungan operasional Program MBG yang telah dialokasikan dalam anggaran BGN.

Target awal proyek disebut mencapai 24.400 unit kendaraan, sementara realisasi pengadaan berada di kisaran 21.800 unit.

Baca Juga: Program MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelayanan

Namun setelah kasus korupsi BGN mencuat, proyek pengadaan motor listrik kembali menjadi perhatian. Dugaan mark up anggaran yang sedang didalami penyidik membuat keberadaan ribuan unit kendaraan di gudang Bogor ikut dipertanyakan publik.

Kini, selain menunggu perkembangan proses hukum terhadap para tersangka, masyarakat juga menanti kejelasan mengenai pemanfaatan motor listrik SPPG yang hingga saat ini masih tersimpan dalam jumlah besar di gudang Bogor.

Proyek MBG Rp1 triliun tersebut pun terus menjadi sorotan seiring berjalannya penyidikan kasus korupsi BGN.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X